Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2018

Ini kerja Karyawan, Wiraswasta atau Militer?


Entrepreneur tuh nggak bisa kerja 8 jam sehari, 40 jam seminggu. Kalau perlu 12 jam per hari, 100 jam per minggu. Karena merintis butuh banyak waktu, tenaga, pikiran, dan itu semua dilakukan sendiri, maksimal berdua, itupun kadang dengan pasangan. Selama hidupnya entrepreneur mungkin akan selalu merintis, karena ide-ide di kepalanya selalu ingin di jalankan di realisasikan.

Hal ini yang saya tidak ketahui saat 8 bulan ngenterpreneur, merintis tapi sering dirumah, banyak istirahat, mikirnya kurang kuat, usaha kurang banyak. Jadinya ya penghasilan dan kesempatan tidak semakin membesar. Ilmu hanya dapat dari komputer, internet, buku, padahal pengalaman banyak tersedia diluar sana.

Baru kesadar saat kerja di WJ Group ini, Pak Stv as Direktur is anak dari pemilik/ pendiri. Semangatnya masih mengikuti Ayahnya, kerja kerja kerja. Kordinasi dan komunikasi tidak mengenal hari dan jam, habis isya iya, subuh iya, minggu pun iya.  Ini nih entrepreneur, gak ada waktu untuk istirahat. Karyawan jadinya harus ngikutin.....

Minggu, 18 Maret 2018

Know isi produk sebelum Ngereseller - Part 2


Untuk buku perlakuannya berbeda, kita musti tahu isinya supaya saat jualan tahu harus promo dengan angle apa. Untungnya penerbit BS sudah memberitahukan isi buku dengan baik, bahkan sebelum buku di launching, ada webinar dari penulis, grup khusus untuk nanya nanya. Tak kalah penting marketing kit, gambar promo yang menarik, testimoni, bonus, copywritting, sangat membantu sekali buat para penjual.

Tanpa stock dan modal gede, anda sudah bisa jualan. Banyakin promo, interaksi dan teknik lainnya, jika laku tinggal minta produsen kirim ke alamat pembeli. Banyak orang yang berhasil dengan model ini, disebut dropship. Kita hanya sebagai makelar saja, ini bisa jadi profesi loh he he. Caranya banyakin koneksi dan teman, bantu mereka sebisa kita, dengan begitu mereka percaya dengan kita.

Setelah mereka ‘suka’, dan percaya dengan kita, insyaAllah mereka akan beli. Karena apa yang kita jual mereka lebih percaya. Bahkan jika ada orang lain yang menjual lebih murah pun, mereka cenderung membeli lewat kita. Karena mereka sudah membuktikan barang kita bagus, kita suka memberi dan kita bisa diajak ngobrol dan tanya-tanya.

Minggu, 11 Maret 2018

KNOWing Product before Sell it - 1

Jualan tuh gampang-gampang susah ya, lebih ke susah susah gampang sih. Hampir semua aktivitas yang baru kita lakukan pasti terasa like that, apalagi kita gak pernah terjun ke bidang itu. Selama ini hanya dengar, sesekali ikutan training, coba-coba, on off on off. 

Setelah terjun beneran baru deh kerasa, kerasa gak ada pendapatan he he. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya saat ini saya memilih menjadi reseller. Reseller kaos, buku bisnis dan voucher, njualin barang orang.

Saat masih di Pekanbaru sebenarnya kami sudah memulai bisnis Laundry, dari akhir 2010 sampe awal 2013. Namun terpaksa kami tutup karena ada kesempatan balik ke Jawa, yakni di Pati. 2014 di Pati kami coba jualan lagi menjadi reseller.

Minggu, 25 Februari 2018

Why I choose to be a reseller

Why I choose to be a reseller, njualin barang orang. Ini hasil dari meditasi bertahun-tahun loh, asyeek. Meditasi disini bukan duduk diam, nggak makan, nggak minum, nggak tidur, nggak gerak, nggak melek, nggak ha ha. Hasil dari perenungan hasil dari  masuknya banyak informasi dan hasil dari beberapa action.

Dulu, the past past ago, after graduate. Yang bikin saya malu jika working adalah to be a sales, salesman, marketing. Whatever yang berhubungan dengan nawarin produk atau jasa, rasanya kok hina banget, pekerja rendahan (maaf). Saya mending di kantor, pabrik jadi admin ajah.

Saat dulu kerja di Garudafod, khusunya pas di Pekanbaru. Kantor Distributor satu area dengan pabrik kami, kalau lihat para sales rasanya kasihan bener sih mereka. Sedangkan saya bangga banget jadi karyawan Pabrik, menghasilkan barang.

Minggu, 04 Februari 2018

Banyak Isi di Kepala

Ini bukan isi kepala mah, ini isi perut - Lunpia Malioboro 
Banyak sekali aktivitas ‘membangun’ system di kepala saya. Karena mengandalkan satu cara untuk di dunia perdagangan online ‘kurang ngangkat’ menurut saya. Menurut para mastah sih juga seperti itu. Masalahnya kalau dikerjakan serampangan, serabutan, jadinya gak focus, dalem dan pasti nggak selesai.

Rutin saat ini adalah update FB, FP, Blog, WA Stories. Alhamdulillahnya Penerbit Billionairestore tidak berhenti mengeluarkan program baru, baik buku, webinar, course dan lainnya. Jadi rasanya sedikit waktu libur promo karena sayang jika dilewatkan.

Alhamdulillahnya lagi saya familier dengan blog dan menulis. Sangat bermanfaat sekali untuk proses promo, karena sales memakai landing page bisa saya pindahkan ke Blog. Link nya bisa saya alihkan ke link saya dan WA, sehingga terkesan lebih niat dari pada yang lain.

Minggu, 03 Desember 2017

Setelah Resign

Seminggu sudah saya menjalani masa ‘free’ ini, dan masih bingung. Pengen istirahat nyantai-nyatai gak bisa, karena kepikiran harus ngapain nih. Ngapain juga masih belum berani jualan, modalnya butuh nih. Mau yang minim modal, jadi reseller/ online tapi ilmunya masih cetek. Minggu pertama kurang nyaman aja dah....

Dan kerjaan pertama saya adalah merbaiki setrika yang rusak, bukan electricity sih, lebih ke ngakali aja. Malah kayak McGyver saya nih, ups ketahuan kalau anak 90an. Salah satu tokoh film yang viral saat itu, punya kelebihan bisa mengakali banyak hal untuk menuntaskan kasus kriminal. Pengetahuanya mulai dari fisika, kimia, biologi, electrik, mekanis, sedikit bisa membela diri, dulu tayang di RCTI seminggu sekali, coba deh cari di youtube.

Kerjaan kedua, saya nyemen tembok kamar mandi jiahh ha ha. Wife saya ini memang sudah lama punya rencana memperbaikinya, tapi saya bisanya Cuma minggu, dan minggu pengennya istirahat. Gak klop deh waktunya, nah pas sekarang saya nganggur ya dikerjain, butuh 4 hari nyelesain semenan sekecil itu ha ha.

Minggu, 26 November 2017

Nekad memberi Pelajaran

Resign! Kalimat ini sudah saya dengung-dengungkan ke istri saat mutasi ke Surabaya. Saya juga kenapa mau-maunya pindah ke Surabaya, padahal belum deal bener dengan Perusahaan. Hanya ada janji nanti di bulan ke 3, dan ternyata di tunda saudara saudara. Wis mulai gak nyaman, gak ngerengek lah, nunggu aja.

Sampe bulan ketujuh janji tinggalah janji, tidak ada konfirmasi apapun juga. Okelah, i’m quit, restu istri didapat surat pun dibuat. Saya pun mengikuti kode etik 30 hari masa menunggu (transisi), hingga hari ke 25 tidak ada call dari pimpinan. Syukur Alhamdulillah dapat petunjuk jadi lebih yakin untuk gak nerus di Perusahaan ini.

Teman-teman yang menanyakan alasan resign jadi agak bingung, kenapa belum dapat kerja baru kok udah resign. Belum punya bisnis yang udah jalan tapi resign, belum ada penghasilan baru kok berani resign. Ya itu tadi, ini masalah hati jika sudah nggak nyaman sulit untuk bertahan....asyek!.

Minggu, 24 September 2017

Bidadari untuk Dewa

Minggu-minggu ini saya memaksakan diri untuk memiliki novel terbaru dari Asma Nadia yang judulnya ‘Bidadari untuk Dewa’. Menarik karena ingin tahu kisah kehidupan Kang Dewa yang biasa di sebut Dewa Selling. Gini nih kalau jago jualan, bagi yang nggak tahu dikiranya novel ini tentang percintaan dewa-dewa langit. Padahal ini kisah nyata Dewa Eka Prayoga, judulny copywritting banget yak.

Saya suka sekali baca buku, beberepa jenis buku saya punya. termasuk novel juga banyak, dari karangan penulis terkenal dan biasa. Novel pertama saya kalau nggak salah, Supernova Bintang Jatuh – Dewi Lestari. Walaupun nggak seberapa paham kalau itu novel, tahunya buku cerita. Pemahaman saya novel tuh yang tebal-tebal. 

Nah kalau buku cerita tebal (novel) pertama yang saya baca adalah Kerudung Merah Kirmizi – Remy Sylado. Capek saya bacanya, gak ada waktu baca segini tebelnya dan akhirnya teronggok buku itu berbulan-bulan. Sayapun menemukan waktu kosong untuk membaca. Ternyata menarik baca novel, ceritanya banyak dan lengkap. Sedikit demi sedikit akhirnya terselesaikanlah buku tebal itu.

Selasa, 26 Januari 2016

Photographer War at Traditional Market

Imajinasi ini muncul saat nunggu istri yang sedang belanja di Pasar, karena nggak bawa smartphone – akhirnya kurang lebih 30 menit mlonga mlongo lihat orang-orang sekitar. Yaa aktivitas ini bisa jadi lebih baik dari pada menundukkan pandangan ke layar smartphone. 

Di sini - pasar - kalau diadakan lomba foto keren kali ya, banyak spot spot menarik yang bisa diabadikan dalam kamera. Ntar peserta di sebar, diberi waktu 30 menit untuk keliling mendapatkan hasil jepretan yang maknyus. Bisa dibuat kategori, manusia, infrastruktur atau dagangan atau lain namun mendukung aktivitas belanja misal tukang becak, petugas parkir dll.

Senin, 16 November 2015

Bisnis sukses, pemilik gak ada yang nyari

 
Tema kali ini saya dapat saat melakukan kunjungan ke rekanan ekspedisi yang support ke Pabrik (tempat saya bekerja) , total ada 8 vendor yang kami datangi. Proses ini dilakukan sebagai syarat verifikasi data untuk proses tender di tahun 2016. Bersama tim dari Head Office kami mengelilingi Pati, Kudus dan Semarang.

Sudah jalan 2 tahun kerja di Plant Pati, tapi mengunjungi rekanan ekspedisi saya nggak pernah...hi hi malu. Dari keliling keliling dua hari ini, saya terkesan dengan salah satu Ekspedisi yang berlokasi di Kudus. Mereka (suami istri) berbisnis transport hampir 30 tahun, trucknya sudah amat banyak. 

Tempatnya pun sangat luas, kantor, garasi, bengkel serat mess jadi satu lokasi. Yang mencengangkan kami adalah, bengkelnya tuh super lengkap. Buktinya adalah mereka bisa mengkanibal truck truck rusak menjadi truck baru di bengkelnya. Spare part sangat banyak, dimana mana spare part seken. 

Selasa, 10 Februari 2015

Nasionalisasi Konveksi Daerah

Sandang adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, selain pangan dan perumahan. Urutannya menjadi pertama karena jika seseorang tidak mendahulukan sandang (pakaian), maka hilang harga diri di mata manusia. Sehingga kain dan pakaian jadi benda yang paling banyak bertebaran di muka bumi.

Industri pakaian jadi primadona, gak matinya nih bisnis. Anak-anak muda paling favorit jika membuka bisnis kaos dan pakaian. Menjadi agen atau reseller jadi pilihan bagi yang minat berjualan saja. Baju kaos sudah berjuta juta picis diproduksi, dipakai dan diberikan orang lain.

Banyak event yang menjadikan baju kaos sebagai penanda panitia, hadiah, promosi dan kenang-kenangan. Di tiap kota biasanya punya pasar besar yang menjadi pusat jual beli pakaian dan sejenisnya. Seperti Tanah Abang, Pasar Turi Surabaya, Pasar Klewer, Beringharjo Jogja, Pasar Bawah Pekanbaru dan Pasar Johar di Semarang. 

Senin, 05 Agustus 2013

Ditinggal Ramadhan, Mau Jadi Apa?



Yuh…kurang dari seminggu lagi, Ramadhan akan meninggalkan kita. Semakin tekun ibadahnya atau persiapan lebarannya nih?. Yang memilih lebih tekun dan berlomba-lomba dalam beribadah itu istimewa, yang istimewa itu minoritas. Mayoritas biasanya Dilapangan sepakbola ada 2 aktivitas besar, bermain dan menonton. Yang istimewa adalah yang bermain, karena mereka minoritas.

Di lingkungan kita juga seperti jadi, yang terus mempertahankan kualitas puasanya jadi sedikit, menjaga sholat tarawih jadi sedikit, sholat dhuha jadi sedikit, tahajjud jadi sedikit, menjaga bacaan Qurannya jadi sedikit, menambah belajar ilmu Alloh jadi sedikit, beri’tikaf di masjid jadi sedikit, berdakwah jadi sedikit, membantu orang lain jadi sedikit, yang sabar jadi sedikit, yang banyak adalah yang mempersiapkan lebaran.

Tak dapat dipungkiri, iman manusia itu naik turun. Iman yang selalu naik adalah Nabi dan Rasul, iman yang tetap adalah malaikat. Mudah-mudahan keimanan kita walaupun naik turun tapi selalu meningkat aamiin.

Senin, 01 Juli 2013

Pasarku Hancur

Kaget pas pertama lihat banyak polisi dan satpol PP di sekitar pasar dekat rumah (<100m), tepatnya di Pasar LKMD desa Tanah Merah Kec. Siak Hulu Kab. Kampar Riau.  Ada eskavator pula, jalan ke pasar di tutup – wah ini mau ada penggusuran atau relokasi kayaknya. Sayang saya nggak mengabadikan moment keramaian ini, ide nulis di blog aja terbersit saat sholat.  Tahu kan siapa yang membisikkan ini? oke kalo dah tahu, bisikannya sih bagus tapi waktunya itulohhh.

Biasanya melihat proses relokasi pasar di TV dan kebanyakan pasti para pedagang nggak setuju dan berujung bentrok. Karena tempat itu mereka sudah nyaman, sudah bayar dan semua orang pada tahu. Sebearnya tempat relokasi pasar yang baru tidak jauh, hanya 50 meter….tapi menurut saya tidak bisa menampung jumlah pedagang yang ada.

Walaupun dikatakan bahwa pasar ini tidak mempunyai ijin, namun cara yang tidak persuasif ini selalu jadi pilihan penguasa dan aparatnya. Terlepas dari adanya kepentingan pribadi, ekonomi dan politik dari penguasa, hal ini memang kejam terasa…dzholim!!

Senin, 27 Mei 2013

Senyumnya itu loh...


Siapa yang tahan dengan senyuman, sebagian besar orang jika diberi senyuman pasti akan membalas dan berprasangka baik. Nah di akhir-akhir bulan ini, saya mengamati para penjual/ wirausaha yang sering tersenyum bakal laku. Sabar menjelaskan produknya + senyum renyah, membuat pembeli sulit jika nggak beli.

Beneran nih, saya ingat pas di Masjid Agung An Nur Pekanbaru. Halamannya yang luas jadi tempat rekreasi tiap minggu, banyak orang datang dan jualan. Saat itu kami tertarik membeli selimut, nah penjualnya itu sabar banget. Ditawar habis-habisan nggak marah, bertahan dengan senyuman dan sesekali diselingi candaan. Akhirnya kami luluh juga, membeli dengan harga dia.

Berikutnya saat kami ingin membeli tas merchandise di daerah Sukajadi Pekanbaru,  sebenarnya kami rencananya mau usaha bikin tas yang sama. Ceritanya survei dan menyelidiki, namun dengan berpura-pura tidak tahu. Setelah ketemu dan ngobrol, senyum itu ada juga disini. Menjelaskan, meminta dan menolak pun dengan cara yang ramah, seneng banget dengan penjual/ pengusaha seperti ini...andaikata ya.

Senin, 11 Maret 2013

Bisnis Apakah Mimpi

Keinginan untuk memulai bisnis/ usaha secara total belum kujalani, bulan ini jadi penentu apakah aku mulai atau 50% lagi. Menjalani usaha sendiri jadi pilihan jika keluar dari kerjaan nanti, bukan berpindah ke lain hati. Atau lari dari kenyataan ini, diriku sudah siap jikalau nanti mandiri.

Eits, memutuskan untuk memulai bisnis sendiri, baik 100% atau 50% musti ada dasarnya loh – ada alasannya. Setidaknya ada 3 yang pernah saya pelajari:

3. Paling rendah alasan seseorang untuk memulai usahanya adalah karena kepepet, ntar dapetnya ya mepet. Tidak terencana, asal jadi, asal untung.
2. Yang kedua karena pengen kaya, penjudi pun pengen kaya, koruptor juga pengen kaya, yuk cari pembeda.
1. Paling utama adalah karena ingin berkontribusi pada hidup dan kehidupan. Percaya bahwa Alloh SWT,  menciptakan kita karena ada misinya, ada tujuannya.

Seperti firmanya di QS Ali Imron:110 “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar……..”

Senin, 04 Februari 2013

Mesin Waktu

 
Andaikan mesin waktu itu ada?

Tapi katanya mesin itu memang ada, bisa kembali ke masa lalu atau menuju ke masa depan.  Angan angan mencoba menari nari didalam alam bawah sadar. Seandainya memang bisa kembali, saya punya 3 hal yang harus dirubah. Namun teringat kembali bahwa Alloh Swt dan Nabi Muhammad tidak pernah menerangkan hal itu, sehingga keinginan untuk merubah masa lalu kubuang jauh jauh.


Tapi kalau saya tuliska disini juga gak ada salahnya, semoga jadi pelajaran dan masukan bagi kita semua.

Pertama, saya akan mencintai kedua orang tua saya setengah mati, memperhatikannya, membantu kesulitannya, menyenangkannya, merawatnya, dan membanggakannya. Ilmu ini baru saya pahami setelah Ibu saya meninggal, kini untuk Bapak akan saya coba untuk membelan dan memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan.

Senin, 10 Desember 2012

Hanya 2%


Indonesia membutuhkan buanyak sekali pengusaha/ entrepeneur agar dapat mandiri dan menjadi negara maju. Kata Tokoh, Ahli, Pengusaha dan Pimpinan, Indonesia membutuhkan minimal 2% pengusaha mandiri dari total penduduk. Penduduk Indonesia ini buanyak lho : 250 juta orang, Masya Alloh. Tersebar di ribuan pulau, terbagi berbagai suku, bahasa, Ras dan Bangsa yang berbeda beda. 

Jadi berapa tuh kalo 2%? sekitar 5 Juta lha. Bandingan dengan yg ada sekarang, dibawah 500 ribu. Sedikit sekali memang, kenapa harus berwirausaha karena dari yang saya tahu bahwa wirausaha-wirausaha kita dinilai tahan dengan krisis, meningkatkan kemandirian bangsa dan menarik banyak tenaga kerja. Ketiga pilar tersebut menurut saya sangat amat layak untuk jadi dasar pandangan untuk wirausaha baru.

Senin, 22 Oktober 2012

Gratis Kok Mau Selamet


Kesel, sebel, mangkel muncul saat melihat klasemen #ligabloggerindonesia pekan ketiga…why? Karena mereka salah lagi untuk memberikan point kepada Blog saya. Sudah saya tanyakan via twitter @ligablogger_id tapi belum ada jawaban sampai saat saya mempublish postingan ini. Daftar klasemen pun belum berubah.

Males lagi ikutan #ligabloggerindonesia sempet saya publish juga di keputusan saya, bayangin gimana rasanya kerja keras kita tidak di perhatikan atau tidak diakui karena mungkin menurut saya itu akibat kelalaian panitia. Udah dibayangin kan…coba apa rasanya? Atau ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya, ceritain dong.

Tapi lama kelamaan saya cooling down dan coba mencoba berdamai dengan keadaan ini. Saya ingat ingat lagi dan saya pikir panitia pasti sibuk, repot dan kadang khilaf. Karena mengkoordinir dan melakukan cross check semua kriteria penilaian begitu banyak blog. Saya berpikir lagi bahwa ini masih trial dan peserta juga gak diminta bayar, ‘gratis kok mau selamet’ salah satu pepatah Madura yang mungkin cocok dengan kondisi ini, selamet bisa berarti banyak hal.

Karena hampir semua orang-orang sukses pasti akan mengalami keadaan yang merugikan seperti ini bahkan lebih, sudah mengeluarkan banyak uang untuk modal, investasi, biaya operasional eh ternyata di tipu orang, di persulit aparat, dan 'diminta' pejabat serta lain-lain. Karena di kehidupan nyata semua bisa terjadi dan mereka bisa melewatinya -  buktinya sekarang mereka merasakan kesuksesan. Nah saya juga ingin melewati hal2 tersebut untuk membentuk mental wirausaha.

Seperti juga yang pernah saya pelajari di UHTB, saat merasakan kegagalan – pasti ada yang salah. Apa itu bisa dari diri saya dan cara-cara yang saya gunakan. Oke saya coba lebih arif menerima ini dan tetap berjalan seperti biasa – bahkan saya akan coba berlari sebisa mungkin.

Walaupun acara belum selesai, tapi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada #ligabloggerindonesia , karena telah merubah pandangan dan kemampuan saya sebagai blogger.

Senin, 27 Agustus 2012

Hari Bersalam Salaman

Wah Hari Raya lagi…… Kupatannnnn . Di beberapa daerah seperti Madura, Kolaka, Jombang, Bangkinang dan sebagian besar daerah di Indonesia  melaksanakan yang namanya lebaran ketupat. Ini nama menurut saya karena disetiap lebaran pasti ada makanan dan makanan wajib (yang sekali lagi) di sebagian daerah di Indonesia adalah Ketupat. Entah entar edipasangkan edengan elauk eapapun (edisi ‘e’), epasti enak. Lha wong pengganti nasi dan terbuat dari beras juga, kayak lontong dah (beda bentuk)

Trus kenapa ada lebaran ketupat yang waktu pelaksanaannya di 6 hari setelah Idul Fitri, nah dari pantauan tim kami di lapangan. Kebiasaan ini terpengaruh oleh rajinnya umat muslim Indonesia jaman dulu untuk melakukan puasa 6 hari di bulan syawal dimana waktu pelaksanaannya adalah 1 hari setelah Idul Fitri (2 Syawal). Yukk yang mau melaksanakan amalan sunnah ini, Allah menjanjikan pahala puasa setahun penuh – keren apa keren?

Selama seminggu itu (lagi lagi) sebagian besar masyarakat berkunjung antar saudara, tetangga, handai taulan dan pastinya ke kedua orang tua. Silaturahim massal terjadi dimana-mana dan lalu lintas peredaran maaf menjadi cukup tinggi. Namun tidak menyebabkan macet tetapi malah membuat jiwa jadi plong.

Minggu, 18 Desember 2011

Meneladani Entrepreneurship

Mengapa di AlQuran dan Hadits sedikit sekali dibahas mengenai dunia entrepreneurship? Padahal di point ke #3 posting minggu lalu Nabi bersabda bahwa "9 dari 10 bagian kehidupan adalah perdagangan". 

Ustad di tempat saya ngaji pernah menyampaikan hal ini, jaman dulu hampir semua orang mata pencahariannya adalah pedagang atau jualan, petani juga jualan, peternak juga jualan, pengrajin juga jualan, mungkin yang enggak adalah pegawai pemerintahan dan fakir miskin. Selain pedagang, mereka juga berdakwah – jadi kewajiban mengingatkan dilakukan oleh semua orang. Sehingga Da’i sebagai profesi jelas tidak ada, karena memang berdakwah adalah suatu keharusan.

 Oke, melanjutkan pembahasan Blog Sing Biasane minggu lalu -  mari kita tengok 4 point Muhammad sebagai pedagang karya Ippho Santosa  dibawah ini. Untuk meneladani semangat Entrepreneurship Beliau.

#6 Barang siapa yang merasa bahagia jika dilebihkan umur dan rezekinya, hendaklah ia bersilaturahim.
Orientasi bisnis terhadap kepercayaan (bukan materi) akan membawa keberkahan, itulah manfaat vertikalnya. Hebatnya, kepercayaan juga membuahkan manfaat horizontal, yakni pengukuhan silaturahim. Karena kepercayaan akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi kedua belah pihak untuk menjalin serta melanggengkan hubungan. Istilahnya kepercayaan dulu baru silaturahim.

Islam tidak menghalangi entrepreneur untuk mendapatkan rezeki dalam bentuk materi. Paradigman ini perlu dipahami sungguh-sungguh. Apa yang kami ketahui, pencapaian materi adalah output akhir, setelah entrepreneur melintasi proses yang menitikberatkan keberkahan, kepercayaan dan silaturahim.

Hikmahnya keberkahan, kepercayaan dan silaturahim itu adalah bunga, sedangkan pencapaian materi itu adalah rumput. Jika menanam rumput akan tumbuh rumput, jika menanam bunga akan tumbuh bunga dan rumput.

#7 Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakuti
Al Quran jelas-jelas menyerukan, “Janganlah engkau mengambil harta sesama dengan cara yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berdasarkan kesukarelaan antara satu sama lainnya.” Dalil tersebut menunjukkan bahwa kesukarelaan merupakan asas mutlak bagi entrepreneur dan konsumen dalam bertransaksi.

Barusan Pulang

Friendship