Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2015

Nasionalisasi Konveksi Daerah

Sandang adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, selain pangan dan perumahan. Urutannya menjadi pertama karena jika seseorang tidak mendahulukan sandang (pakaian), maka hilang harga diri di mata manusia. Sehingga kain dan pakaian jadi benda yang paling banyak bertebaran di muka bumi.

Industri pakaian jadi primadona, gak matinya nih bisnis. Anak-anak muda paling favorit jika membuka bisnis kaos dan pakaian. Menjadi agen atau reseller jadi pilihan bagi yang minat berjualan saja. Baju kaos sudah berjuta juta picis diproduksi, dipakai dan diberikan orang lain.

Banyak event yang menjadikan baju kaos sebagai penanda panitia, hadiah, promosi dan kenang-kenangan. Di tiap kota biasanya punya pasar besar yang menjadi pusat jual beli pakaian dan sejenisnya. Seperti Tanah Abang, Pasar Turi Surabaya, Pasar Klewer, Beringharjo Jogja, Pasar Bawah Pekanbaru dan Pasar Johar di Semarang. 

Kamis, 04 Juli 2013

The Expatriate : Movie Review



Movie review film – film lama dan medioker akan ditampilkan kembali di Blog Sing Biasane, ada 4 judul film yang sudah saya tonton di beberapa hari kemaren. Yaitu Number Station, Behind Enemy Lines in Colombia, Expatriate dan The Gangster Squad, keempat film yo jelas film biasa. Tidak ada gembar gembornya di media, karena syarat itulah Blog Sing Biasane akan mereviewnya. 

Yang paling lumayan [yah lumayan B-) … ] adalah Expatriate, karena ceritanya agak lebih rumit dan lebih banyak hal yang tidak terduga.  Film yang di Produksi tahun 2012 ini di bintangi oleh Aaron Eckhart (sebagai Ben Logan) dan Olga Kurylenko (Agen CIA). Cerita film ini diawali dengan kehidupan baru Ben dengan anaknya di Belgia, hal ini dikarenakan Perusahaan Ben memindahkannya.

Dengan bidang penyedia alat – alat keamanan, Ben berhasil menemukan cara membuka suatu kotak penyimpanan milik salah satu klien.  Esok hari bersama anaknya Ben mengunjungi kantor, dan kaget karena kantornya kosong melompong. Orang – orang serta barang – barang sudah tidak ada, bahkan anak Ben tidak percaya Ayahnya bekerja tempat itu.

Barusan Pulang

Friendship