Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 November 2018

Mindahin Sabiila

Last week saya dan istri rutin diskusi apakah Sabiila bisa dibawa ke Kudus, saya mendukungnya, Wife belum siap. Belum siap karena masih kecil, banyak rewel, di Ketintang Surabaya banyak yang bantu, ada ibu nya Istri, Mbak nya istri dan ponakan. Dan akhirnya....

Sabiila kita putuskan untuk dibawa ke Kudus, karena saya capek sendiri disini. Selain gak ada yang bantu, kalau ngapa-ngapain tuh gak ada yang minta ataupun muji (he he). Beda lah rasanya, apalagi saya bukan di kost, tapi di kontrakan. Banyak yang harus di cek, di bersihin, di rapi rapiin.

Rencana mau bawa Sabiila dengan mobil karena takut dia rewel dan supaya lebih nyaman, karena mobil ane sudah di jual, pilihannya pinjam kantor lama, kantor baru, atau sewa dari Surabaya. 

Minggu, 14 Oktober 2018

First day di Dua Putra Utama Makmur

Hari minggu 7/10 dini hari akhirnya nyampe di ketintang (Surabaya) - Puuasszz ketemu Sabiila 2 hari. Bisa nemenin tidur, mandiin, nyusuin, njemur dan gendong-gendong aseek. Alhamdulillah Allah telah ridho ngasih amanah bayi perempuan ini, semoga menjadikan kami pasangan yang sesungguhnya, bisa menambah amal ibadah, dan menjadi jalan untuk adik-adiknya aamiin.

Oiya, kata pertama untuk nama Sabiila belum juga dapat, pengennya 3 suku kata kayak orang-orang sekarang, memudahkan administrasi umrah dan haji. Ntar aja gpp, akta kelahiran dan masuk KK juga belum kami urus ha ha, soale KTP saya dari Pati, ntar kalau Sabiila di Pati baru diurusin. Masih ada waktu untuk cari nama tambahannya.

Senin siang ‘teman’ dari Pak Stv nelp, karena hari Sabtu kemaren beliau sudah ijin untuk ngasih saya info mengenai kalangan profesional yang bisa cancel ke tempat baru, hal itu tidak mengapa dan sering terjadi. Tapi gak sempet angkat telpnya, dan nggak nelp lagi, saya juga nggak nge-WA, salah sih saya, tapi ntar malah jadi galau. Sabtu kemaren aja tingkat galau saya naik, melihat usaha dari Pak Stv yang pengen saya bertahan.

Minggu, 02 September 2018

Kerja kok Nangis

Saya belum cerita tentang Idul Adha di Surabaya, alhamdulillah dapat ijin nambah libur sehari setelah Adha (22 – 23 Agustus). Sebelum pulang Surabaya kordinasi seadanya dengan ‘Livestree’, yang live streaming, fotografer dan IG. Di jalanan Pantura, Nuki dan Rizki beberapa kali nelpon untuk masalah modem, halah kenapa paket modem bisa habis di saat besok mau digunakan, bocaaahh boccah!

Malam takbiran kami pulang ke Surabaya, diawali dengan tidur sebentar. Karena perjalanan pulang sebelumnya, saya tanpa tidur, jadi dulu tuh pulang kerja, mandi, leyeh-leyeh trus berangkat. Eh malah banyak istirahat, sampe 3 kali harus menepi untuk tidur, malah gak nyampe-nyampe. Mending tidur dulu ahh.

Paginya langsung sholat Ied di lapangan perumahan, Alhamdulillah kuat dan ketemu tim 'Livestre' sebentar. Bisa merekam sholat, khotbah,  dan proses pemotongan hewan. Seneng bisa kumpul sama tim yang saya bentuk, walaupun memang capek. Kita bisa diskusi untuk kemajuan masjid, kajian, jamaah dan Islam pada umumnya.

******

Minggu, 29 Juli 2018

1 Month 3 Pabrik Aqua

Di Kudus sudah 2 minggu, hari minggu pertama (15 Juli) dilewati dengan meeting di Semarang. Hari minggu ke dua, saya pulang ke Surabaya. Nganter City ke Surabaya, soale di Kudus ada fasilitas kendaraan. Kaget setelah diberitahu kalau di beri Innova, Matic, Diesel, kantor beli second buatan 2012. Diesel cukuop berisik kalau berhenti, WJ beli 3 biji untuk 3 orang barunya.

Ternyata enak naik matic, apalagi kalau nanjak, santay. Awal-awal kaki kiri pengen njejek aja ha ha, kosong. Innova nih besar dan banget, napa juga dikasih mobil yang segede gini. Butuh penyesuaian dijalanan lagi nih, tapi tetep syukur, karena ada kendaraan free, bbm free, maintenance free. 
Karena Senin pagi ada meeting di Pabrik Aqua di Klaten, dari Surabaya saya langsung menuju Klaten, naik Bis Eka berangkat tengah malam. Nyampe Klaten pas Subuh, alhamdulillah dapat masjid yang enak. Ada teras yang ‘tertutup’ bisa buat tidur, nyimpan tas, kamar mandi, ganti baju, dan sepi. Trus keliling sekitar cari tempat makan sambil nunggu dijemput.

Minggu, 01 Juli 2018

Ku Terima Tawaran Itu

Minggu tanggal 24 Juni adalah batas yang di berikan WJ untuk saya memutuskan menerima tawaran mereka or not. Bismillah siangnya saya putuskan untuk bergabung, agak berat rasanya. Tapi yang berat itu tidak selalu buruk, segera saya usahakan untuk bisa mengikuti alurnya. Perbaiki niat untuk menjemput rezeki dan nafkah bagi keluarga, penyalur untuk yang membutuhkan. InsyaAllah

Semoga nanti ditempat baru bisa membantu Perusahaan berlari kencang. Dapat lingkungan yang baik, menunjang ibadah dan beramal yang baik serta banyak. Dapat teman yang saling support, sehingga pekerjaan seberat apapun insyaAllah terasa ringan. Tapi mana ada yang seperti itu, satu satunya minta ke Allah Sang Maha Pengatur.

Langsung search Kost, via OLX dan teman-teman. Jurus mencari Kost di OLX saat di Semarang saya gunakan lagi, sayangnya pilihan di Kudus tidak terlalu banyak. Sehingga hanya dapat 1 dari OLX dan 1 tempat dari Teman, tinggal nanti dilhat , semoga cocok. Gak cocok pun yang tetap di tinggali he he, sembari cari kontrakan.
*************

Minggu, 17 Juni 2018

Hari Kemenangan

Kemenangan bagi yang telah belajar di kawah candradimuka-nya Ramadhan. Belajar ilmu-ilmu Islam yang baru, belajar mejalankan nilai-nilai Islam, belajar untuk tekun beribadah, belajar menambah amalan, belajar memperbanyak sedekah, belajar hubungan sosial yang baik.
*************

Alhamdulillah 10 hari terkahir bisa ikutan qiyamul lail, tapi saya hanya ikutan 4 rokaat dari 11 rokaat karena tarawih sudah saya ikuti di sesi pertama. Saat sesi qiyam, sholatnya saya selang seling dengan baca Quran dan dzikir. Awalnya pengen bisa qiyam di beberapa masjid, realitanya di Masjid GSI aja. Seperti tahun kemaren di 10 hari terakhir, supply sahur dari nasi kotak Masjid, cukup untuk kami berdua. Alhamdulillah

Minggu, 27 Mei 2018

Busy for Livestree

Udah 1/3 Ramadhan aja gaes, gimana nih puasanya? Kalau saya Ramadhan tahun ini sibuk banget dengan jadwal shoot tiap malam, seneng sih tapi gak bisa nyantai saat sholat maghrib, isya dan tarawih. Kami berlima gantian di tiap malam berdua untuk live streaming ceramah.

Tapi ya gitu yang paling sibuk tetep saya he he, ba’da maghrib saya nggak cepet-cepet pulang untuk makan. Ngapain? Nunggu agak sepi dulu, karena nyiapin (ngejip) tempat di depan mimbar dengan sajadah dan tripod. Tujuannya supaya posisi shoot itu tidak ada yang menempati.

Setelah itu, pulang, makan, ngobrol sama istri sebentar, total sekitar 15 menit, balik lagi ke masjid. Nyiapin dua HP, yang satu untuk mirroring infocus, satu lagi untuk live FB. Awal ramadhan kami pake satu HP seperti biasa, tapi hasil di infocus nggak bagus jika satu HP. Gambar pecah dan delay.

Minggu, 13 Mei 2018

Jadi Dokumentasi, sibuk nyuting dan foto

Sudah 2 bulan ini saya terbiasa nyuting kajian Ahad di Masjid GSI, hingga mendekati Ramadhan alhamdulillah bisa mengajak 3 pemuda yang tinggal di Perumahan ini. Sengaja memang saya ajak karena mengoperasikan live ini saya butuh yang pegang kamera live, dan pegang PC untuk mengendalikan tampilan live.

Saya juga butuh tukang foto untuk all day foto di beberapa titik dengan anggle yang sama. Sehingga pergerakan jumlah jamaah terlihat dari perbedaannya dari hari ke hari. Dari 4 orang tadi (termasuk saya) plannya adalah 2 orang live di depan mimbar, 2 orang keliling cari foto.

Cara saya menawari anak untuk gabung membutuhkan waktu yang cukup lama, karena memang saya mencari sendiri. Sebenarnya ada Remas / IPM namun beberapa kali saya ajak saling bantu tidak ada respon. Acara mereka pun sangat jarang, sehingga tidak tahu siapa personel dan aktivitasnya.

Minggu, 22 April 2018

Sayang sekali Masjid ini nggak punya


Sejak April 2017 saya sudah pindah tempat tinggal ke Surabaya, kota kelahiran dan masa kecil sampe masa besar ha ha. Beberapa tulisan di Blog ini membahas kenapa dan ngapain aja serta mengenai kepindahan ke Surabaya. Jadi kalau penasaran cari-cari ya, kelihatannya sih enggak tertarik nyari hi hi.

Saya tinggal di rumah Orang Tua di Gunung Sari Indah, perumahan lama yang ada sejak tahun 80an. Kelebihannya adalah adalah dekat pintu Tol, Mall, Terminal Joyoboyo, menuju Gresik, Mojokerto dan Bungurasih

Di belakang rumah saya ini ada masjid yang dekat dan saya suka. Kan kadang ada tuh, nggak suka sama masjid dekat rumah, seperti waktu saya di Pati. Nah Masjid ini seringkali penuh, bahkan saat Subuh. Masjidnya bagus, bersih, bacaan imamnya juga oke.

Minggu, 08 April 2018

Panggilan kerja tidak kupenuhi

Selama as a freelance, masih iseng-iseng aplly employee di Jobstreet. Iseng karena hanya pake Jobstreet, tinggal lihat langsung apply. Iseng karena gak pake cara lain, kenapa? Ya memang males aja. Tujuanya apaan? Kadang masih penasaran apakah saya masih dibutuhkan oleh perusahaan he he. 

Alhamdulillah selama 4 bulan ada kesempatan interview 3 kali he he, dikit itu mah. Sehari gak mesti apply, saya punya teman yang sampe 25 kali apply per hari..gila!. nah saya mau cerita 3 kali panggilan itu kemana aja, check dis out.

Pertama is, Plant Manager di Semarang tidak saya datangi, karena saat saya tanya proses interviewnya apa aja, tapi gak jelas. Saya pengen tahu jauh-jauh dari Surabaya ke Semarang proses interview dan tes nya apa aja, kalau hanya satu tes aja ya sayang diwaktu dan tenaga. 

Minggu, 19 November 2017

Inseminasi jadi pilihan


Tulisan ini adalah lanjutan dari post sebelumnya, yang belum baca silahkan kesini. Supaya agak nyambung dikit gitu...

Proses insem tidak lama, sekitar 6  jam, yang lama proses preparasi sperma. Kami datang sesuai jadwal dokter, karena H-3 hari sebelum insem diberi obat suntik. sedangkan H-1 diminta berhubungan suami istri. Di hari H prosesnya adalah, pengeluaran sperma, preparasi sperma, memasukkan sperma ke rahim. Perawat sempat menanyakan apakah ingin bayi laki-laki atau perempuan. Jika lelaki akan dipilihkan sperma yang geraknya cepat, untuk perempuan sebaliknya.

Minggu, 05 November 2017

Perusahaan juga harus punya Menteri

Selama 13 tahunan saya bekerja, 10 tahunnya saya habiskan di Garudafood Group. Dari awal di Sidoarjo, pindah ke Pekanbaru, Jakarta dan terakhir di Pati. Dari masih milik Grup Garuda sampe masuk ke Suntory Group – Japan. Dari PPIC, Warehouse, Distribusi dan Logistic. Yang sama adalah saya di divisi beverage, produknya Okky Jelly Drink dan Mountea. 

Setahun ini saya berkarier di YCH, dengan model bisnis yang berbeda. Dari perusahaan Manufactur yang fokus ke Produksi ke Perusahaan Logistic yang fokus ke Warehouse dan Distribusi. Saat ada tawaran kerja di YCH, atas masukan banyak orang, menyarankan saya untuk menerima demi pengalaman dan belajar disana.

Minggu, 29 Oktober 2017

Sukses bertemu teman yang sukses

Teman saya ini (ES) masuk di Perusahaan tempat saya bekerja setahun setelah saya dipindah ke Pekanbaru. Setahun saya di Pekanbaru dia dipindah juga, baru deh kami berkenalan. Kami jumpa di tahun 2009 dan berpisah di tahun 2012.

Selama di Pekanbaru ES ini termasuk yang tidak banyak bicara, kerjanya pun biasa saja. Bahkan lebih sering kena semprot atasan, sering di ruang meeting kami para Kadept pulang malam hanya menunggu atasan memarahi dia. Tapi ES tetap tenang dan selalu mengumbar senyum.

Kami teman-temanya pun kadang geram dengan cara kerjanya, kadang ikut mengingatkan, membela dan tertawa bersama. Setelah dia balik lagi ke Pulau Jawa, saya pun jarang berkomunikasi, hanya melihat dan bercengkerama lewat media sosial. Sekedar tahu dan komentar saja.

Minggu, 03 September 2017

Galau ini mengingkari Iman

Lewat 3 bulan kerja di YYY Serbejeh jadi galau, karena janji untuk menaikkan salary ditunda hingga bulan keenam. Wah kerja jadi gak enak, males sih, ngerjakan yang bisa aja, gak mengusahakan hal baru atau perbaikan. Apalagi 2 minggu berikutnya stock opname semesteran, dijalanin ajah. Teringat di tahun 2014 saat pindah Pati, janji atasan untuk menaikkan pangkat tidak terealisasi karena saya memutuskan pindah ke daerah (dari Head Office).

Bulan berikutnya hal ini saya konsultasikan ke atasan langsung, Kepala Cabang di Serbejeh. Beliau berencana untuk mendiskusikan dengan pimpinan di Head Office. Sekarang sudah jalan bulan keenam, tambah gualau. Sik talah, kenopo sih galau, karena pengen munggah gaji, lah kenopo pengen munggah gaji, yo cek tambah akeh. Hi hi

Minggu, 11 Juni 2017

Di Surabaya malah nggak bisa Tarawih

Udah pada tahu kan kalau ane pindah ke Surabaya di bulan Maret kemaren. Dan sekarang mengalami Ramadhan bersama istri dan Ayah saya. Ini adalah moment pertama, bertiga di Surabaya. Pekerjaan saya juga berpindah, dari Suntory Garuda ke YCH.

Nah di Ramadhan ini ada salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan yaitu qiyamul lail berjamaah, atau biasa kita sebut Tarawih. Dilakukan tepat setelah sholat Isya, diisii dengan ceramah, diakhiri dengan witir. Minimal 1 jam kita bisa menyelesaikan ibadah ini. Walaupun sebenarnya dikerjakan sendiri tidak mengapa, namun terasa kurang afdol.

Ibadah tarawih ini jadi sulit saya lakukan saat berada di Surabaya, hal ini karena kondisi pekerjaan saya. Disini jam kerja 2 shift overlap, artinya shift 2 datang jam 13.00 dan shift 1 jam 08.00 - 16.00. Namun sebagian orang pasti ada yang lembur, hal ini karena banyak faktor, seperti orang kurang, order keluar sangat sore, tidak multi sklill dll.

Minggu, 28 Mei 2017

1438H Ramadhan pertama saya, iyyekah?


Alhamdulillah saya wajib berucap syukur, karena masih diberi kesempatan Allah Swt., untuk masuk ke bulan Ramadhan. Walaupun belum tahu apakah akan melewatinya, karena sekarang saya sadar bahwa kematian selalu mengintai. 

Ramadhan pertama, apa maksudnya? pertama bersama istri puasa mulai hari pertama di Surabaya. Wihh banyak kali ya syarat pertamanya he he. Karena kalau puasa pertama udah pernah, pertama sama istri juga udah pernah, nah kalau pertama sama istri di Surabaya, ini yang pertamax.

Sudah 2 bulan ini saya tinggal bersama Bapak di rumah GSI Surabaya, karena beliau sekarang sendirian. Ada juga rumah keluarga istri di Ketintang Surabaya, kalau dua-duanya gak bisa ditinggali ya kami akan kontrak rumah seperti biasa. Namun mungkin saat ini yang lebih banyak manfaat dan lebih sedikit mudharatnya adalah tinggal bersama Bapak saya di Surabaya Barat.

Minggu, 07 Mei 2017

Wisata Bahari Lamongan: Keberuntungan bukan Kebetulan

 
Apa yang terjadi hari ini, nanti ataupun yang gakan datang, saya nggak tahu. Semua berharap, berharap cemas ..... endeh, berharap yang baik dong. Hari minggu ini adalah hari dimana YCH Surabaya mengadakan family gathering. Jadi sekarang capeknya masih kerasa, padahal ya nggak ngapa-ngapain hi hi.

Liburan karyawan dengan mengajak keluarga ke Wisata Bahari Lamongan. Di cabang YCH lain juga mengadakan gathering, namun hanya YCH Surabaya yang bisa mengajak keluarga. Wah bisa saling mengenal pasangan dan anak-anaknya nih.

Info yang saya  dapat, baru kali ini acaranya mengajak keluarga dan WBL adalah tempat yang sama untuk acara gathering YCH Surabaya selama 4 tahun berturut-turut.... nggak bosan ya mereka. Positifnya mereka jadi tahu perkembangan WBL dari tahun ke tahun...haseeg.

Minggu, 30 April 2017

Setelah melihatnya kami berubah pikiran, dari 3 menjadi 2 saja


Sambungan dari tulisan minggu lalu, Aku Punya Mobil

Dari awal istri saya sudah minta yang 3 baris karena bisa menampung banyak orang. Kita berdua punya saudara dan keponakan yang cukup banyak, jadi kalau beli mobil harus yang bisa dinaikin banyak orang. Yak tulisan ini nyambung dengan cerita sebelumnya tentang mobil pertama saya.

Kalau saya lebih minat yang mobil kecil, city car. Karena saya juga masih belum fasih berkendara, mobil kecil menurut saya cocok yang yang baru pertama dan masih proses pembelajaran. Apalagi yang naik juga  hanya kita berdua, ramenya hanya saat lebaran dan mungkin liburan tahun baru. 2 kali setahun mobil itu berguna bagi keluarga, lepas itu hanya kami berdua yang menggunakan. 

Minggu, 16 April 2017

Surabaya jadi tempat berikutnya

Akhirnya mencari nafkah di Surabaya, gembira, senang, kecewa, sedih, suka, gregetan, gemez. Ini mungkin yang dinamakan perasaan yang campur-campur. Sebagai muslim rasa yang musti di pupuk adalah Sabar dan Syukur dalam kondisi apapun. lha ini saya harus bersabar atau bersyukur. Yuk kita simak...

Saat masih kerja di Garudafood (SGB) enggak kepikiran bakal pindah kerja di Surabaya. Pertama, kalau pindah pun mungkin ke Pabrik SGB di Surabaya (Sidoarjo). Kapasitas pabrik dan gudangnya begitu besarnya (dibanding Pati), dan saya merasa belum mempunyai keberanian untuk menantang kesana, jika dipaksa... mungkin akan dicoba.

Kedua, di Pati sudah begitu nyamannya, mulai dari kontrakannya, tetangga, lingkungan, aktivitas, pabriknya, teman2, pekerjaan, atasan, bawahan, suasana kota, biaya hidup, mau mudik murah dan mudah. Rasanya males pindah kerja, kalau pun nggak kerja di SGB, mungkin saya akan memulai jualan/ ngenterpreneur.

Minggu, 02 April 2017

Perempuan ini selalu memaksa saya nginep di Hotel

Amaris Simpang Lima Semarang
Selama kerja di garudafood, khususnya setelah sebagai BOF (Logistic). Intensitas meeting saya di luar kota semakin sering, setahun bisa 4 – 5 kali dinas luar kota. Biasanya awal tahun ada annual meeting, dan bulan berikutnya adalah rakor serta logistic meeting 3 bulanan. 

Ada 8 orang dari daerah yang mewakili pabrik kami yang datang ke Jakarta jika ada meeting. Rata-rata kami meeting hingga 2-3 hari. Dari seringnya pergi ini, saya pun banyak merasakan berbagai macam hotel dengan budget 1 jutaan. Cukup tinggi karena diisi berdua dan bayar berdua he he.

Hotel-hotel di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Surabaya kami coba rame-rame. Sayangnya saya tidak menjadikan moment ini untuk di dokumentasikan dengan baik untuk Blog. Wah jadi blogger traveler ini...hi hi. Banyak juga sih cerita-cerita saat dinas luar kota, bertebaran di blog ini.

Barusan Pulang

Friendship