Senin, 08 Juni 2015

Ah Nonton apa sih/...

Televisi adalah salah satu hiburan utama keluarga di Indonesia, termasuk kami. Hampir 80% kegiatan di rumah selalu diiringi TV yang menyala. Radio gak bisa dilihat, koran/ majalah gak bisa bebarengan dengan aktivitas lain.

Nah nonton apa kalau di rumah, ini dia acara-acara favorit kami. Tontonan pagi selalu berganti ganti, tapi kalau yang malam hampir selalu sama.  Dimulai jam 17 lebih karena pulang kerja jam 17 dengan jarak yang 5-10 menit sahaja – deket yo.

17.15 saatnya 'Preman Pensiun' RCTI, jam tayang kalau di Pati kurang pas. Karena jam 17.30 sudah maghrib aja, jadi ninggalnya cukup lama. Tapi sinetron ini memberikan tayangan yang berbeda, mengingatkan akan fenomena Si Doel Anak Sekolahan. Ide cerita baru dan unik, pemerannya banyak yang baru namun acting bagus, mengangkat budaya lokal, tidak stripping, lucuh bikin tersenyum.

Senin, 01 Juni 2015

Nikmatnya saat nggak diberi kesempatan ini...... puihh

Tulisan ini saya buat setelah berbincang dengan Ibu Yanti Praharini, pemilik onlineshop Khimar de_Hcode. Beliau bersyukur karena selama ini Allah SWT., memberikan kesempatan untuk berjualan Khimar dan sebelumnya Kepsek Taman Kanak kanak. Saat teman-teman berbincang, chat atau saling koment menanyakan kabar, pertanyaan lainnya pasti seputar produk Khimar nya – yang memang diwajibkan di Islam.

Beliau teringat teman sekolah dulu yang sangat polos dan pendiam. Dari cara berpakaian, berdandan serta berbicara, nggak nyangka saat ini. Karena berjualan produk MLM kecantikan, menuntutnya harus berpenampilan ‘menarik’ hingga saat ini dia menempati level yang bagus. 

Senin, 11 Mei 2015

Anak mana yang lebih hebat?

Apa beda anak jaman sekarang dengan jaman dulu? Hayooo..... | sama ajalah | Salah ! | anak jaman dulu lugu –lugu | Salah! Hayo apa | Gak tahu | ya wes. Kalau anak jaman sekarang masih muda, kalau anak jaman dulu sekarang udah tua ha ha.

Yaps kita tinggalkan becandaan jayus tersebut di atas. Karena saat melihat salah satu stasiun TV, mengabarkan siswa SMU yang corat coret baju dan konvoi selepas melaksanakan UN. Karena saat ini UN bukan sebagai standar kelulusan, sehingga mungkin mereka meluapkan kegembiraannya karena tidak ada lagi proses belajar.

Senin, 04 Mei 2015

Tempur lagi dan kini lebih berani

Ke desa Tempur untuk kedua kalinya, sejak perjumpaan pertama dengan desa ini begitu waow. Perjumpaan kedua pun juga waow, dengan perubahan 1 orang kita menuju daerah yang lebih menantang. Berjalan kaki di jalan setapak yang masih perawan, karena kadang jalan itu nggak ada dan harus mencari jalan baru. Di temani warga setempat sebagai guide, kita menyusuri hutan menuju air terjun kembar.

Terinspirasi blog machinami yang minim kata dan maksi gambar, Blog Sing Biasane try.



Barusan Pulang

Friendship