Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2018

Gak Kuat atau Gak Syukur?

Hal ini buat saya sadar nanti kalau merintis bisnis, memulai lagi dagang, waktu/jam harus lebih banyak dari kerja kantoran. Saat merintis pun sama, musti bercapek-capek ria di luar jam kerja untuk membangun sistim dan jaringan. Sistem di kantor lebih tertata, saat merintis gak ada yang tertata. Serba serabutan, serba awut-awutan, semua dipikirkan, semua dikerjakan.

Di tempat kerja ini (WJ Group) saya rasakan feel wiraswasta masih kental, apalagi yang bagian sales. Mereka dibuat bagaimanapun caranya bisa jualan sebanyak mungkin, perusahaan menyediakan barang yang cukup untuk senjata jualan. Analisa dan keputusan harus juga segera, jangan melewatkan kesempatan begitu saja.

Di Warehouse pun, musti closing setiap hari. Artinya stock di sore harus cocok dengan sistem, barang yang di ambil sales, terjual dan yang dikembalikan akan di cek sore itu juga. Setiap hari harus stock opname, nyocokin transaksi sampe malam, kepala gudang always pulang setelah maghrib. Akhir minggu atau akhir bulan, problem closing jarang terjadi, karena setiap hari sudah dibuat bener.

Senin, 26 September 2016

Hitam Putih Anak Tuli Ray Sahetapy


Anda tahu acara Hitam Putih kan? Ini adalah talkshow di Trans7 yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, lebih lengkap googling aja yo. Ada beberapa episode Hitam Putih yang bikin saya terharu, terakhir dan masih ingat yang bikin terharu adalah saat mendatangkan Surya – putra dari Ray Sahetapy dan Dewi Yull.

Panji Surya Putra ini penyandang disabilitas tuna rungu, sama seperti kakaknya Gizka Putri. Ditemani oleh seorang penterjemah bahasa isyarat, Deddy Corbuzier berbincang santai dengan joke joke seperti biasanya. Surya pun tenang dan banyak senyum selama menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Tampak tidak ada beban bagi Surya berbicara di acara live yang ditonton jutaan masyarakat Indonesia.

Dia menceritakan walaupun hidup dalam keadaan sunyi, Surya membuktikan dia bukan manusia kelas 2. Menorehkan banyak prestasi seperti, Gold Medallion kompetisi IT untuk difabel di Bangkok, penerima separuh beasiswa di USBI, staff pengajar bahasa isyarat di UI dan berbagai macam aktivitas serta penghargaan.

Senin, 12 September 2016

Apa nggak ada tema lain untuk khotbah Idul Adha?

Sampai saat ini saya cukup bosan jika khotib Idul Adha hanya bercerita mengenai proses Nabi Ibrahim mendapat (menunggu) anaknya Nabi Ismail, meninggalkannya di padang batu tandus, melempar setan, safa marwah, air zam-zam, penyembelihan Ismail, jadi domba dan perayaan Idul Adha. Nah itu doang!

Tapi setelah dipikir pikir, kenapa saya bosan ya? ini karena sejak kecil saya mendapat cerita yang sama, dengan sedikit bumbu motivasi dan seringkali sama. Tapi setelah merenung nulis posting ini, jadi merasa nggak apa apa deh. Kenapa? Karena memang banyak anak kecil yang belum pernah atau belum memahami cerita ini.

Minggu, 19 Agustus 2012

Ramadhan Alone

hilal
Ramadhan udah habis dah….. pahala yang berlipat-lipat udah gak ada lagi, menahan nafsu sudah tidak greget lagi, kecintaan ke masjid mulai luntur lagi, sibuk tadarus tidak terlihat, sedekah mulai berkurang, tausiyah jarang terdengar.

Sungguh kalau umatku tahu keutamaan Ramadhan, pasti mereka akan meminta Ramadhan sepanjang tahun.. sabda Rosul. Bahkan di akhir Ramadhan banyak dari sahabat Nabi yang menangis, karena sedih ditinggal Ramadhan.

Ada yang bilang bulan Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk menghadapi 11 bulan berikutnya, tempat latihannya umat muslim yang sistem pelatihannya sudah diatur Alloh. Namun ada juga yang bilang inilah bulan yang ditunggu-tunggu untuk menjadi kaya pahala, karena banyaknya rahmat, berkah dan ampunan Alloh – dijanjinkan juga barangsiapa bisa melewati Ramadhan dengan baik akan terbebas dari api neraka.

Kesamaannya adalah yang latihan harus benar-benar, karena akibatnya akan tereliminasi dan 11 bulan berikutnya pasti berantakan. Yang ini adalah bulannya, yo harus bener-bener, harus total ibadahnya, agar tidak sia-sia berpuasa dan beramal.

Senin, 21 Mei 2012

Pak Dadang Mensyukuri Pekerjaannya : Part 2

Blog Sing Biasane datang lagi dihadapan anda, setelah seminggu tak bersua. This week I wil  continue last week post, there is i post about grateful with our job Sudah pada baca kan, atau lupa… yuk balik dulu. Kalo sudah, ayo lanjut – ada 5 efek samping jika kita selalu bersyukur, minggu ini sisa 3 hal tersebut akan diteruskan. Supaya kita benar-benar menyadari betapa berharganya pekerjaan yang kita miliki, agar tidak menyesal saat kehilangannya.

3. Rasa syukur melahirkan keikhlasan. Jangan salah kaprah. Ikhlas itu tidak sama artinya dengan tidak dibayar. Kita semua berhak untuk mendapatkan bayaran yang sepadan atas pekerjaan atau kontribusi yang kita berikan. Ikhlas itu berkaitan dengan sikap mental ketika kita menerima penugasan atau kondisi-kondisi tertentu yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita. 

Orang ikhlas itu jarang mengeluh. Tidak ada yang bisa kita dapatkan dari keluhan pada pekerjaan. Justru dengan keluhan itu hati kita semakin lelah. Dan untuk bisa ikhlas, kita butuh rasa syukur. Mengapa? Karena keikhlasan dilahirkan dari rasa syukur atas setiap anugerah yang kita terima melalui pekerjaan yang kita dapatkan.

4. Rasa syukur mendorong untuk berprestasi. Bayangkan Anda adalah orang yang memiliki ketiga indikator ini; bahagia, tabah, dan ikhlas. Apakah dengan ketiga indikator itu Anda bisa mencapai prestasi tertinggi di tempat kerja? Yes, tanpa keraguan sedikitpun. Mengapa? Orang-orang yang bahagia bekerja tanpa beban sehingga semua energy yang dimilikinya didedikasikan tanpa gangguan. Maka bersyukurlah atas pekerjaan Anda, karena dengan rasa syukur itu Anda bisa mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi.

Senin, 14 Mei 2012

Pak Dadang Mensyukuri Pekerjaannya : Part 1


Udah pada kenal Pak Dadang?,he he karena banyaknya nama ’Dadang’ di Indonesia, khususnya Jawa Barat – jadi saya yakin anda mengenal orang yang bernama ’Dadang’. Kalau yang akan dibahas rizalarable di Blog Sing Biasane ini adalah Dadang Kadarusman –Trainer dan penulis buku tentang ’Natural Intelligence’ seperti janji saya di postingan Yoi, Memang Berat. Emang janji apa zal, nggak tahu tuh?. Mangkanya liat dong postingan 2 minggu yang lalu...monggo

Jadi pada saat itu, saya janji untuk belajar bersama untuk memahami arti dari mensyukuri pekerjaan. Kebetulan saya pernah membaca artikel dari Kang Dadang dari email Inspirasi Indonesia, yuk kita dengar penuturannya yang telah disarikan oleh rizalarable.

 Kita pasti pernah melihat atau mendengar banyak sekali orang yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Alasannya pun beragam macam. Ada yang soal gaji rendah. Teman yang tidak bersahabat. Atasan yang pilih kasih. Karir yang tidak naik-naik. Dan seribu satu alasan lainnya. 

Makanya, tidak heran jika setiap pagi rasanya berat sekali untuk berangkat ke kantor. Setelah tiba di kantor juga tidak bersungguh-sungguh mencurahkan seluruh kemampuan. Datang kesiangan, pulang kegesitan. Seakan-akan kita ini tidak membutuhkan pekerjaan itu. 

Sekarang, coba bayangkan; bagaimana seandainya besok pagi kita kehilangan pekerjaan itu? Apakah hidup Anda akan tetap baik-baik saja? Hmmmh, barangkali ini adalah saat yang tepat untuk kembali mensyukuri pekerjaan yang saat ini kita miliki. Sudahkah Anda mensyukuri pekerjaan pagi ini? Dalem banget deh pertanyaan ini.

Senin, 09 April 2012

Yoi, Memang Berat


Iya bener ini minggu yang berat, Cuma gak seberat di bulan Agustus yang saya posting di Fisikku Dikuras karena ada happy ending cos saat itu saya ikutan UTHB – sebuah pembelajaran yang dahsyat..  Kali ini situasinya beda, istri saya ke Dumai (+ 6 jam dari Pekanbaru) selama seminggu. Jadinya saya sendirian di rumah. Lha terus… apa nih yang berat??

Yang berat pastinya dipikul, dijinjing bisa lebih ringan, tapi kalo sama-sama berat mending dipaketin aja lah…tul nggak? Makan….makan sendiri, minum…..minum sendiri, tidur….aku sendiri  nyuci baju …..di londri…. He he. Halah malah nyanyi….lagunya lebay dan jadul pula. Tapi bener-bener berat men, nyok abang ceritain dibawah ini.

Minggu sore setelah istri saya berangkat, di mulailah tantangannya…. Tidur gak nyenyak cos mikirin londri yang harus di packing/ diplastikin + dianter lagi malamnya. Makan malam aja baru bisa di jam 21.00 hufss keren hari ini…ujarku. Senin pagi gak ada sarapan \, oke doesn’t matter langsung berangkat.

Pulang kerja langsung berjibaku dengan bersih-bersih dan rapi-rapi rumah, habis sholat maghrib -  mulai lagi ngatur londrian (bisnis kecil-kecilan kami). Milah-milah hasil setrikaan, mlastikin, buat nota dan anterin, karyawan londri hanya bertugas mencuci, jemur, setrika dan melipat….proses selain itu biasanya yang kerjain istri saya dari siang hari – jadi pas sore saya dateng kerja bisa istirahat dulu. Malam hari saya bisa nganterin tuh londrian, dan proses tadi bisa berlangsung 3 jam loh…kebayangkan capeknya.

Belum lagi kalo ada yang minta diambil cuciannya, waduhhh… tapi harus tetap dijalanin cos gak mau banget kalo pelanggan jadi kecewa. Hari Rabu malam saya ada jadwal liqo/ ngaji, jam 20 kurang harusnya sudah berangkat ke lokasi. Tapi ini saya berangkat ke warung nasi goreng, laperr… seharian kerja terus. 

Minggu, 18 Desember 2011

Meneladani Entrepreneurship

Mengapa di AlQuran dan Hadits sedikit sekali dibahas mengenai dunia entrepreneurship? Padahal di point ke #3 posting minggu lalu Nabi bersabda bahwa "9 dari 10 bagian kehidupan adalah perdagangan". 

Ustad di tempat saya ngaji pernah menyampaikan hal ini, jaman dulu hampir semua orang mata pencahariannya adalah pedagang atau jualan, petani juga jualan, peternak juga jualan, pengrajin juga jualan, mungkin yang enggak adalah pegawai pemerintahan dan fakir miskin. Selain pedagang, mereka juga berdakwah – jadi kewajiban mengingatkan dilakukan oleh semua orang. Sehingga Da’i sebagai profesi jelas tidak ada, karena memang berdakwah adalah suatu keharusan.

 Oke, melanjutkan pembahasan Blog Sing Biasane minggu lalu -  mari kita tengok 4 point Muhammad sebagai pedagang karya Ippho Santosa  dibawah ini. Untuk meneladani semangat Entrepreneurship Beliau.

#6 Barang siapa yang merasa bahagia jika dilebihkan umur dan rezekinya, hendaklah ia bersilaturahim.
Orientasi bisnis terhadap kepercayaan (bukan materi) akan membawa keberkahan, itulah manfaat vertikalnya. Hebatnya, kepercayaan juga membuahkan manfaat horizontal, yakni pengukuhan silaturahim. Karena kepercayaan akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi kedua belah pihak untuk menjalin serta melanggengkan hubungan. Istilahnya kepercayaan dulu baru silaturahim.

Islam tidak menghalangi entrepreneur untuk mendapatkan rezeki dalam bentuk materi. Paradigman ini perlu dipahami sungguh-sungguh. Apa yang kami ketahui, pencapaian materi adalah output akhir, setelah entrepreneur melintasi proses yang menitikberatkan keberkahan, kepercayaan dan silaturahim.

Hikmahnya keberkahan, kepercayaan dan silaturahim itu adalah bunga, sedangkan pencapaian materi itu adalah rumput. Jika menanam rumput akan tumbuh rumput, jika menanam bunga akan tumbuh bunga dan rumput.

#7 Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakuti
Al Quran jelas-jelas menyerukan, “Janganlah engkau mengambil harta sesama dengan cara yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berdasarkan kesukarelaan antara satu sama lainnya.” Dalil tersebut menunjukkan bahwa kesukarelaan merupakan asas mutlak bagi entrepreneur dan konsumen dalam bertransaksi.

Senin, 12 September 2011

Di Hukum Petani : Part 2

Yo yo yo…welcome back to Blog Sing Biasane - The Ordinarily Blog, udah nemu bahasa inggrisnya nih. Masih melanjutkan hukuman di minggu sebelumnya, apaan tuh? ‘Di Hukum Petani’!... ojo mbleyer lah jon. Kebiasaan-kebiasaan petani yang bisa kita cermati, akan rizalarable teruskan. Di Part 1 ada 3 kegiatan dan kali ini akan diteruskan 3 kegiatan berikutnya…semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

 Keempat, tahu nggak kalo para petani (peternak juga) sekarang ini jarang dan jarang banget mencoba menanam sendiri, mencoba dengan caranya merawat sendiri, dia nyuruh-nyuruh orang mengusir hama dengan pikirannya sendiri – bahasa kerennya trial and error. 

Kebanyakan dari mereka selalu bertanya:, bertanya ke Orang Tuanya, ke Pamanya, temannya mengenai pengetahuan/ilmu bertani (berternak juga) dan biasanya mereka sewaktu kecil juga melakukan hal tersebut. Sehingga proses menjadi tahu adalah dengan bertanya dan praktek langsung.

Masih yang keempat, Beberapa petani – khususnya yang modern mengikuti pembelajaran dan pelatihan untuk lebih meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Pastinya mereka harus bayar untuk mengikutinya, namun seperti pada kebiasaan kedua – bahwa mereka mempunyai harapan dan keyakinan untuk berhasil/ lebih baik. 


Disana para petani bisa bertemu orang-orang yang telah berhasil di bidang pertanian/ peternakan atau ilmuwan di bidang yang sama. Sehingga dengan bertemu dan berdiskusi  dengan orang-orang tersebut, pengetahuan dan semangatnya pasti meningkat.

Barusan Pulang

Friendship