Tampilkan postingan dengan label Adha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2018

Kerja kok Nangis

Saya belum cerita tentang Idul Adha di Surabaya, alhamdulillah dapat ijin nambah libur sehari setelah Adha (22 – 23 Agustus). Sebelum pulang Surabaya kordinasi seadanya dengan ‘Livestree’, yang live streaming, fotografer dan IG. Di jalanan Pantura, Nuki dan Rizki beberapa kali nelpon untuk masalah modem, halah kenapa paket modem bisa habis di saat besok mau digunakan, bocaaahh boccah!

Malam takbiran kami pulang ke Surabaya, diawali dengan tidur sebentar. Karena perjalanan pulang sebelumnya, saya tanpa tidur, jadi dulu tuh pulang kerja, mandi, leyeh-leyeh trus berangkat. Eh malah banyak istirahat, sampe 3 kali harus menepi untuk tidur, malah gak nyampe-nyampe. Mending tidur dulu ahh.

Paginya langsung sholat Ied di lapangan perumahan, Alhamdulillah kuat dan ketemu tim 'Livestre' sebentar. Bisa merekam sholat, khotbah,  dan proses pemotongan hewan. Seneng bisa kumpul sama tim yang saya bentuk, walaupun memang capek. Kita bisa diskusi untuk kemajuan masjid, kajian, jamaah dan Islam pada umumnya.

******

Senin, 19 September 2016

Apa nggak ada tema lain Part 2

Sesuai janji saya, posting ini adalah lanjutan dari posting kemaren mengenai keresahan saya saat mendengarkan khotbah Idul Adha yang itu itu aja. Namun akhirnya saya belajar untuk menerima dan membagi hasil khotbah yang merubah pandangan saya tentang Idul Adha dan Qurban.

Apa yang dimana kita benar, beda di mata Allah. Apa yang kita anggap logis, beda di sisi Allah. Jadi jalankan syariat, hukum-Nya, jalani petunjuk Nabi dan tunggu rahmatnya di atas dan bawah bumi serta dari arah yang tidak disangka sangka.

Senin, 12 September 2016

Apa nggak ada tema lain untuk khotbah Idul Adha?

Sampai saat ini saya cukup bosan jika khotib Idul Adha hanya bercerita mengenai proses Nabi Ibrahim mendapat (menunggu) anaknya Nabi Ismail, meninggalkannya di padang batu tandus, melempar setan, safa marwah, air zam-zam, penyembelihan Ismail, jadi domba dan perayaan Idul Adha. Nah itu doang!

Tapi setelah dipikir pikir, kenapa saya bosan ya? ini karena sejak kecil saya mendapat cerita yang sama, dengan sedikit bumbu motivasi dan seringkali sama. Tapi setelah merenung nulis posting ini, jadi merasa nggak apa apa deh. Kenapa? Karena memang banyak anak kecil yang belum pernah atau belum memahami cerita ini.

Senin, 06 Oktober 2014

Jenggot Jelek

Saya adalah salah satu orang yang berminat untuk memanjangkan jenggot, dari saat kuliah dulu keinginan itu muncul. Ada beberapa alasan sebenarnya, tapi yang paling utama adalah Nabi melakukan dan menyarankan – sehingga jadi Sunnah.

Tapi dagu saya nih nggak tumbuh jenggot, Cuma kumis aja yang mampir. Nah kata teman teman supaya jenggot bisa tumbuh, oleskan dengan cairan dari persendian kambing. Salah satu cara untuk dapat cairan itu ya pas Idul Adha, saat prosesi pemotongan hewan Qurban. Soale gak asyik juga kalau kita ke tempat jagal kambing/sapi trus minta cairan itu…. Hadehh.

Kebetulan saat kuliah saya bergabung di lembaga dakwah kampus, dan pasti jadi panitia di tiap acara keagamaan di kampus – termasuk Idul Adha. Selama 4 tahun, saya selalu mengoleskan cairan itu ke dagu dan dada ha ha. Tapi tetep aja gak tumbuh. Saya biarkan aja lah.

Senin, 21 Oktober 2013

Kaya untuk Adha

 Minggu kemarin umat Islam merayakan hari Raya Idul Adha atau bisa di sebut hari Raya Qurban, Idul Adha sendiri memiliki arti Hari Raya Haji yang disertai dengan penyembelihan hewan Qurban. Hari Raya ini merupakan hari raya kedua bagi umat Islam setelah hari Raya Idul Fitri. Dinamakan Hari Raya Haji karena saat bersamaan ritual ibadah Haji mencapai puncak, yaitu Wukuf di Padang Arafah.

Sebenarnya udah pada tahu kalau informasi kayak ginian, iya sih... tapi ini juga untuk melatih ingatan dan kemampuan menulis saya. Siapa tahu juga ada orang yang tahu atau non muslim yang cari informasi tentang Idul Adha. Selama berpikir positif, apa yang kita lakukan akan baik baik saja kok. Tapi kalo udah perbuatan buruk tapi di paksakan positif ya pelanggaran namanya he he.

Di sini Allah menganjurkan umat Islam musti kaya, karena ada dua amalan besar yang butuh banyak biaya. Pertama perjalanan panjang ke Mekkah untuk ibadah Haji, kedua membeli hewan ternak untuk menjadi Qurban dan dagingnya di bagi ke kaum Dhuafa. Kalau kita mampu melaksanakannya, maka kewajiban itu ada di pundak kita.

Barusan Pulang

Friendship