Masih mencoba membuat judul yang unik, sebenarnya agak confused juga - mohon masukannya Bro, untuk keunikan dan kesesuaian judul dengan isinya. Setelah posting sebelumnya rizalarable membicarakan mengenai bisnis dan disana saya tuliskan tips dari Sang Nabi, kali ini Blog Sing Biasane akan mencoba merensensi buku mengenai Dagang…….haiyah podo ae. Sang Khalifah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Nabi di Buku Bang Ippho Santosa yang berjudul Muhammad sebagai Pedangang akan saya coba rangkumkan dan sarikan untuk anda pengunjung Blog Sing Biasane.
#1 Mulailah dengan yang Kanan
Mulailah dengan yang kanan, itulah petuah Nabi Muhammad. Penafsirannya menurut kami, “Mulailah dengan otak kanan,” atau, “Utamakan otak kanan”. Yang ini mah emang trade marknya Bang Ippho, hingga namanya pun ada embel-embel ‘right’ .Sekedar catatan, kami mengamati kultur Islam, Nasrani, bahkan Indonesia familier dengan serentetan istilah serba kanan yang seluruhnya identik dengan kebaikan.
Malah dalam bahasa Inggris kebetulan kata ‘kanan’ dan kata ‘benar’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘right’. Maka, bolehlah kami berasumsi bahwa kanan itu hampir selalu benar. Lebih lanjut, dalam bahasa Inggris kebetulan pula kata ‘kiri’ dan kata ‘tertinggal’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘left’. Maka bolehlah kami berasumsi bahwa kiri itu hampir selalu tertinggal. ‘Kanan’ ini bisa diartikan otak kanan atau kreativitas, kalau mau tahu lebih mengenai ‘Kanan’ coba baca buku-buku karya Ippho – puas-puasin deh.
#2 Setiap Orang adalah Pemimpin
Dalam melakukan aktiviasnya Nabi menerapkan metode duplikasi, maksudnya ia memilih cara-cara yang sangat alami, sangat manusiawi, bisa diteruskan, dan bisa ditiru (duplicability), baik sebagai Nabi, entrepeneur, panglima perang, kepala negara maupun kepala rumah tangga.
Dan bersabdalah Sang Nabi suatu ketika, “Setiap orang adalah pemimpin.” Itu artinya, setiap orang adalah teladan. Karena kami percaya sepenuhnya, kepemimpinan yang baik hanya dapat dicapai melalui keteladanan yang baik. Tidak perlu dipertikaikan lagi, dengan sintetis dan metode duplikasi, Sang Nabi adalah teladan yang tiada duanya.