Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2018

Setiba di Ramadhan 1439 H



Gimana sudah menjalani 4 hari Ramadhan, berat gaes? Yang udah biasa puasa sunnah, pasti nggak bermasalah. Tinggal ibadahnya di tambahin, amalnya di banyakin. Yang puasa sunnahnya bolong – bolong kelihatannya agak sedikit kesusahan.

Nah yang nggak pernah puasa sunnah, wihh sulit banget. Bangun sahur aja berat, mau makan males. Persis kayak anak kecil di paksa sahur, pengennya balik tidur. Hari pertama banyak yang gak sahur, gak Subuh, sholat wajibnya compang camping hihi.

Saya termasuk yang jarang banget puasa sunnah, tapi insyaAllah sedikit ilmu saya dapat apa dan mengapa harus puasa Ramadhan. So dengan ilmu itu bisa mengurangi rasa berat, kantuk dan malas. Dengan sedikit ilmu itu, jadi memaksa untuk menjalani puasa dan amal-amal yang mengiringinya.

Senin, 19 September 2016

Apa nggak ada tema lain Part 2

Sesuai janji saya, posting ini adalah lanjutan dari posting kemaren mengenai keresahan saya saat mendengarkan khotbah Idul Adha yang itu itu aja. Namun akhirnya saya belajar untuk menerima dan membagi hasil khotbah yang merubah pandangan saya tentang Idul Adha dan Qurban.

Apa yang dimana kita benar, beda di mata Allah. Apa yang kita anggap logis, beda di sisi Allah. Jadi jalankan syariat, hukum-Nya, jalani petunjuk Nabi dan tunggu rahmatnya di atas dan bawah bumi serta dari arah yang tidak disangka sangka.

Senin, 22 Juni 2015

Ini bulan Ramadhan orang orang pada kemana?

4 hari menjalani puasa di bulan Ramadhan, kesan saya adalah sedikit kaget. Karena Ramadhan ini kok seperti di bulan-bulan lainnya. Biasanya awal Ramadhan masjid masjid pada penuh, tarawih pertama jumlah jamaah akan meningkat pesat.

Saya hanya ambil sample di Masjid dekat rumah dan musholla Pabrik, enggak di tempat lainnya. Tarawih hari ke 1 – 4 gak rame-rame amat, sholat wajib pun jumlah jamaahnya sama seperti biasa...hadehh. Yang gak kalah keren adalah jumlah jamaah di musholla pabrik, tetep aja ja ja ja a a a. Yang tepat waktu ya itu itu aja, lainnya ya nelat seperti biasa. 

Senin, 07 Oktober 2013

Mengundang Sang Maha

Lupa kalau punya buku nya Ust Yusuf Mansur, “Undang Saja Allah – Belajar Syukur Belajar Yakin”. Ternyata setelah beli, masuk antrian baca, trus dipinjam teman istri. Baru 2 minggu yang lalu dikembalikan, lha baru ingat. Pas mau ke Jakarta pula, wis jadi nemenin perjalanan deh. Ternyata dahsyat nih buku.

Isinya ternyata adalah tulisan tulisan Ust. Yusuf Mansur kepada peserta Kuliah Online ; yaitu bagian dari kuliah dasar di Kuliah Tauhid. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari hari, kayak lagi ngomong sama orang. Tapi karena kita sudah mengenal karakter Ust.Yusuf Mansur, jadinya bisa menerima bahasa yang digunakan di buku itu.

Ust. Yusuf di buku itu mengajarkan tentang pentingnya meminta kepada Alloh, bahkan untuk hal yang remeh temeh sekalipun. Karena memang kita manusia hanya boleh meminta kepada Allah saja, selain Allah jelas dilarang. Seperti yang setiap hari kita ucapkan di Surat Al Fatihah :5 “Hanya kepadaMu kami meminta dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan.

Jumat, 26 Oktober 2012

Misi Hidup Manusia


Seperti janji saya di posting Ke Bogor Menjadi Penting, untuk meneruskan pembahasan mengenai ‘menunaikan misi hidup kita’. Nah terus apa misi hidup kita, nah di QS. Ali Imron ada nih cek di ayat 110 – ini terjemahannya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh…..”

Saya dapat ilmu ini pas ikutan pembelajaran Praktis UTHB – Umat Terbaik Hidup Berkah.

Lanjut, jadi apa sih alasan utama Anda melakukan sesuatu? Mungkin gaji. Bonus. Pujian. Kemenangan. Semuanya itu; wajar saja.  Tetapi tubuh kita ini diciptakan melampaui semua ukuran material itu. Kita lahir dengan satu misi; untuk memberi manfaat kepada lingkungan. Bisa berarti perusahaan. Teman-teman. Tetangga. Semuanya. Seperti FirmanNya diatas.

Kita selalu punya pilihan untuk mengurung diri. Yang penting kerjaan selesai. Habis perkara. Tetapi dengan misi hidup itu; kita tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat pekerjaan. Tingkatan. Maupun golongan. Kita akan terus memacu diri untuk secara konsisten berkontribusi kepada orang lain.

Barusan Pulang

Friendship