Tampilkan postingan dengan label misi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

Rows of Prophet

Wans epon e taim ada seseorang naik taksi, setelah naik dia diam saja. Pengemudi taksi pun bertanya, Bapak mau kemana. Penumpang diam sahaja, di tanya kedua kali, penumpang masih tetep diam. Sampe ketiga kalinya ditanya, penumpang menjawab. Saya nggak tahu mau kemana, jiahhh kenapa elo naik taksi ini.

Kalau pengemudinya baik, pasti dia gak akan berangkat dan memastikan tujuan. Kalau sebaliknya, pengemudi taksi itu pasti berjalan aja muter muter, lumayan ada penumpang gak jelas – yang penting bayar. Iya kalau bayar, kalau enggak – malah rugi waktu.

Jumat, 26 Oktober 2012

Misi Hidup Manusia


Seperti janji saya di posting Ke Bogor Menjadi Penting, untuk meneruskan pembahasan mengenai ‘menunaikan misi hidup kita’. Nah terus apa misi hidup kita, nah di QS. Ali Imron ada nih cek di ayat 110 – ini terjemahannya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh…..”

Saya dapat ilmu ini pas ikutan pembelajaran Praktis UTHB – Umat Terbaik Hidup Berkah.

Lanjut, jadi apa sih alasan utama Anda melakukan sesuatu? Mungkin gaji. Bonus. Pujian. Kemenangan. Semuanya itu; wajar saja.  Tetapi tubuh kita ini diciptakan melampaui semua ukuran material itu. Kita lahir dengan satu misi; untuk memberi manfaat kepada lingkungan. Bisa berarti perusahaan. Teman-teman. Tetangga. Semuanya. Seperti FirmanNya diatas.

Kita selalu punya pilihan untuk mengurung diri. Yang penting kerjaan selesai. Habis perkara. Tetapi dengan misi hidup itu; kita tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat pekerjaan. Tingkatan. Maupun golongan. Kita akan terus memacu diri untuk secara konsisten berkontribusi kepada orang lain.

Barusan Pulang

Friendship