Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2018

Enggak Pindah-pindah Masjid

 Alhamdulillah masih mendapati akhir-akhir Ramadhan, gimana Qiyamul Lailnya? Lancar kah. Kesini-kesini banyak orang yang menyempatkan waktunya untuk Qiyamul Lail. Beberapa orang menginap di Masjid, gak mau keluar-keluar, atau tidurnya pindah ke Masjid, supaya tidak terlewat saat sholat malam.

25 hari ini baru kesadar kalau saya nih bisa dikatakan nggak pernah pindah masjid, sholat fardhu, tarawih dan tengah malam. Hampir 95% waktu saya di Masjid ini, selain memang ada tugas, kayak tertambat aja di Masjid ini. Padahal awal puasa pengennya pindah-pindah tempat sholat supaya tahu banyak masjid.
****************

Minggu, 20 Mei 2018

Setiba di Ramadhan 1439 H



Gimana sudah menjalani 4 hari Ramadhan, berat gaes? Yang udah biasa puasa sunnah, pasti nggak bermasalah. Tinggal ibadahnya di tambahin, amalnya di banyakin. Yang puasa sunnahnya bolong – bolong kelihatannya agak sedikit kesusahan.

Nah yang nggak pernah puasa sunnah, wihh sulit banget. Bangun sahur aja berat, mau makan males. Persis kayak anak kecil di paksa sahur, pengennya balik tidur. Hari pertama banyak yang gak sahur, gak Subuh, sholat wajibnya compang camping hihi.

Saya termasuk yang jarang banget puasa sunnah, tapi insyaAllah sedikit ilmu saya dapat apa dan mengapa harus puasa Ramadhan. So dengan ilmu itu bisa mengurangi rasa berat, kantuk dan malas. Dengan sedikit ilmu itu, jadi memaksa untuk menjalani puasa dan amal-amal yang mengiringinya.

Minggu, 13 Mei 2018

Jadi Dokumentasi, sibuk nyuting dan foto

Sudah 2 bulan ini saya terbiasa nyuting kajian Ahad di Masjid GSI, hingga mendekati Ramadhan alhamdulillah bisa mengajak 3 pemuda yang tinggal di Perumahan ini. Sengaja memang saya ajak karena mengoperasikan live ini saya butuh yang pegang kamera live, dan pegang PC untuk mengendalikan tampilan live.

Saya juga butuh tukang foto untuk all day foto di beberapa titik dengan anggle yang sama. Sehingga pergerakan jumlah jamaah terlihat dari perbedaannya dari hari ke hari. Dari 4 orang tadi (termasuk saya) plannya adalah 2 orang live di depan mimbar, 2 orang keliling cari foto.

Cara saya menawari anak untuk gabung membutuhkan waktu yang cukup lama, karena memang saya mencari sendiri. Sebenarnya ada Remas / IPM namun beberapa kali saya ajak saling bantu tidak ada respon. Acara mereka pun sangat jarang, sehingga tidak tahu siapa personel dan aktivitasnya.

Minggu, 29 April 2018

Awal mula perekaman bisa Live

Lanjutan dari tulisan lalu

Masjid ini tidak memiliki person untuk merekam kajian-kajian yang bagus itu. Alat pun ya tidak tersedia, karena orang yang ngurus gak ada. Saya pun berinisiatif ngrekam nya, awalnya saya coba dengan kamera HP, ternyata memori gak kuat. Saya coba lagi pake mirrorless, 30 menit sudah off karena panas.

Setelah saya cari-cari tahu di internet, ternyata untuk proses perekaman yang baik ya menggunakan Handycam atau Kamera video. HP tidak cukup memorinya untuk merekam hingga 1 jam lebih. Mirrorless tidak didesain untuk merekam, sehingga tidak bisa lama lensa bekerja.

Sempet kecewa karena tidak bisa melakukan perekaman karena kendala alat. Namun akhirnya Allah memberikan ide, yakni dengan memanfaatkan wifi masjid. Wifi ini awalnya diperuntukkan agar anak-anak muda mau datang dan meramaikan masjid. Tapi yang saya lihat ya gak banyak juga, segitu-segitu aja.

Minggu, 22 April 2018

Sayang sekali Masjid ini nggak punya


Sejak April 2017 saya sudah pindah tempat tinggal ke Surabaya, kota kelahiran dan masa kecil sampe masa besar ha ha. Beberapa tulisan di Blog ini membahas kenapa dan ngapain aja serta mengenai kepindahan ke Surabaya. Jadi kalau penasaran cari-cari ya, kelihatannya sih enggak tertarik nyari hi hi.

Saya tinggal di rumah Orang Tua di Gunung Sari Indah, perumahan lama yang ada sejak tahun 80an. Kelebihannya adalah adalah dekat pintu Tol, Mall, Terminal Joyoboyo, menuju Gresik, Mojokerto dan Bungurasih

Di belakang rumah saya ini ada masjid yang dekat dan saya suka. Kan kadang ada tuh, nggak suka sama masjid dekat rumah, seperti waktu saya di Pati. Nah Masjid ini seringkali penuh, bahkan saat Subuh. Masjidnya bagus, bersih, bacaan imamnya juga oke.

Kamis, 04 Februari 2016

Sunnah yang masih nyusahin orang lain

Tulisan ini nyambung lagi dengan tulisan sebelumnya, ada sunnah yang ngeselin orang lain. Wait wait ati ati lho kalau ngomong, lha semua dari Nabi itu baik dan berpahala jika dilakukan. Iya saya tahu, saya jelasin dulu dong. Kan saya bilang ngeselin orang lain, aktivitas ini hanya bisa dilakukan dimasjid atau musholla.

Apa itu : sholat sunnah tahiyatul masjid. Kok bisa ngeselin orang lain, jadi gini... orang yang datang beberapa melakukan sunnah itu beberapa tidak. Yang ngeselin adalah, datang ke masjid terlambat/ lama setelah adzan berkumandang – trus tanpa melihat suasana jamaah langsung aja “Allahu Akbar!” sholat tahiyat, kalau Subuh, nambah lagi sholat Rawatib.

Kamis, 28 Januari 2016

Sunnah yang menyusahkan orang lain

 Gimana judulnya.... bagus kan, kalau enggak bagus kamu pasti nggak mau membaca alenia pertama ini. Apakah anda mau turun lagi ke alenia kedua, walaupun saya nggak akan membahas judul di atas dulu. Tapi hal lain yang bisa dikatakan cukup berhubungan, yuk turun.

Di rumah kontrakan saya tinggali sekarang, ada 3 masjid yang saling berdekatan. Dan ada beberapa masjid yang cukup jauh (namun suaranya masih terdengar). Nah 3 masjid ini kalau mau adzan always memutar kaset rekaman shoalawat, murottal dan dzikiran. 

Senin, 02 November 2015

Enak Banget Sholat di Masjid ini

Alhamdulillah sejak tinggal di Pati, sekarang lebih bisa sering pulkam ke Surabaya. Pas libur Muharram Oktober, saya nambah cuti dan pulkam ke Surabaya. Tujuan utama ingin mengunjungi Bapak saya yang sering sendiri di rumah. Yang pasti gak bisa nemenin lama, tapi minimal beliau bisa berbagi sedikit cerita ke saya.

Terakhir ke Surabaya pas Lebaran di bulan Agustus, sekarang terasa beda. Panasnya ituloh nylekit sampe ke kulit, efek kemarau panjang kali ya. Trus banyak titik kemacetan, wadeh gak kerasan saya kalau kayak gini.

Tapi salah satu yang saya sukai jika berada di Surabaya adalah sholat di masjid dekat rumah. Tepatnya di Masjid Gunung Sari di Perumahan Gunung Sari Indah Wiyung Surabaya. Masjid ini hanya 2 blok jaraknya dari rumah. Kenapa saya bisa suka, ini dia alasannya.

Barusan Pulang

Friendship