Senin, 27 Oktober 2014

Bisa jadi ini membuat kita 'Yakin'

Saya akui, ustadz yang selama ini disukai banyak orang adalah Ust. Yusuf Mansur. Beliau selalu mengajarkan kita untuk percaya banget sama Allah Swt, bahwa gak ada yang bisa melakukan sesuatu kecuali Allah Swt. Penyampaian ceramahnya selalu saya suka, tulisan di buku bukunya sudah saya lahap. Mengajarkan untuk Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Memang butuh waktu untuk menuju keyakinan itu, butuh akumulasi ilmu dan pemahaman yang kontinyu untuk beranjak berubah. Berubah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti yang diajarkan Aa’ Gym, orang berubah itu karena 3M : Mengetahui, Mau dan Mampu. 

Senin, 20 Oktober 2014

Minim Perubahan di RM Duta

Padahal perubahan itu perlu lho, karena semua hal di sekitar kita terus bergerak maju dan berubah. Satu hal yang konstan adalah perubahan itu sendiri, nah loh. Jadinya kalau kita orang tidak berusaha untuk merubah diri menjadi lebih baik, siap siap untuk di gerus jaman.

Restoran Duta adalah salah satu tempat makan di daerah Ngawi. Restoran ini adalah tempat dimana Bis antar kota “EKA” jurusan Surabaya – Magelang selalu berhenti. Ya karena meraka kan udah kerja sama.

Naik bis ‘EKA’ kalau nggak salah ingat pertama kali di tahun 2000, dan langsung wah dengan bis ini, bersih, kursi bagus jarang ada yang rusak, pelayanannya ramah, cara mengemudinya enak serta dapat makan gratis di DUTA.

Senin, 06 Oktober 2014

Jenggot Jelek

Saya adalah salah satu orang yang berminat untuk memanjangkan jenggot, dari saat kuliah dulu keinginan itu muncul. Ada beberapa alasan sebenarnya, tapi yang paling utama adalah Nabi melakukan dan menyarankan – sehingga jadi Sunnah.

Tapi dagu saya nih nggak tumbuh jenggot, Cuma kumis aja yang mampir. Nah kata teman teman supaya jenggot bisa tumbuh, oleskan dengan cairan dari persendian kambing. Salah satu cara untuk dapat cairan itu ya pas Idul Adha, saat prosesi pemotongan hewan Qurban. Soale gak asyik juga kalau kita ke tempat jagal kambing/sapi trus minta cairan itu…. Hadehh.

Kebetulan saat kuliah saya bergabung di lembaga dakwah kampus, dan pasti jadi panitia di tiap acara keagamaan di kampus – termasuk Idul Adha. Selama 4 tahun, saya selalu mengoleskan cairan itu ke dagu dan dada ha ha. Tapi tetep aja gak tumbuh. Saya biarkan aja lah.

Senin, 25 Agustus 2014

Ngunut, diskusi lama yang hadir kembali

Saat saat menetap di Jakarta di awal 2014, intensitas Subuh berjamaah alhamdulillah juga meningkat. Di samping karena sendirian, juga keinginan untuk lebih baik sedang bertambah – sholat 5 waktu berjamaah di masjid pun coba ku rutinkan. Di dekat kost ada 2 masjid yang terjangkau untuk kudatangi, jaraknya pun cukup jauh – butuh sekitar 4 menit untuk menjangkaunya. 

Yang mau saya tulis disini mengenai Qunut, pernah dengar dan sekilas membaca bahwa Qunut tidak ada di jaman Nabi Muhammad Saw. Tapi kebanyakan masjid di Jawa melakukan Qunut saat sholat Subuh, sedangkan di Pekanbaru jarang banget saya mendapatinya. Ini mungkin pengaruh penyebaran Islam oleh Wali Songo, mungkin lho ya…. Sedangkan di Sumatera dari Pedagang Gujarat yang ilmunya menyebar dari Aceh turun ke bawah. 

Sekali lagi ini perkiraan saya…. Pengen banget cari informasi mengenai Qunut ini. Termasuk Sunnah, Makhruh, Mubah atau Haram sih, kalau Wajib enggak lah ya nekk. Ingin ingin ingin tok, tapi nggak action, walaupun ingin yang baik dan tulus tapi nggak action dapetnya yo luama. Eh kemaren baru dapat email dari milis dakwah di kantor mengenai Qunut, Alhamdulillah dapat ilmu…. Langsung saya share aja ya.
“………………….

Barusan Pulang

Friendship