Tampilkan postingan dengan label Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2015

Kalau menduga, ntar nggak bakal kejadian

Panjang bener judulnya, mungkin ini salah satu post dengan judul yang panjang di Blog Singbiasane. Sekali kali pake judul panjang dan jelas, jadi yang mau baca bisa menerka isinya. Pengen baca sila, yang nggak tertarik juga sila......... sila penasaran he he.

Saya adalah penyuka Ust. Yusuf Mansur, yang selau punya cerita unik tentang kebaikan dan cara ceritanya sangat amat menarik dengan percaya diri. Seringkali cerita cerita Ust. YM tak terduga dan bikin tersemyum simpul. 

Misal: Keluarga yang hancur trus sholat malam akhirnya bersatu dan dapat rumah pula. Selama ini kontrak tapi setelah sedekah, bisa punya rumah plus kontrakan. Gak ketemu ketemu jodoh, setelah dzikir rutin, dapat anaknya Jenderal. 

Senin, 27 Oktober 2014

Bisa jadi ini membuat kita 'Yakin'

Saya akui, ustadz yang selama ini disukai banyak orang adalah Ust. Yusuf Mansur. Beliau selalu mengajarkan kita untuk percaya banget sama Allah Swt, bahwa gak ada yang bisa melakukan sesuatu kecuali Allah Swt. Penyampaian ceramahnya selalu saya suka, tulisan di buku bukunya sudah saya lahap. Mengajarkan untuk Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Memang butuh waktu untuk menuju keyakinan itu, butuh akumulasi ilmu dan pemahaman yang kontinyu untuk beranjak berubah. Berubah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti yang diajarkan Aa’ Gym, orang berubah itu karena 3M : Mengetahui, Mau dan Mampu. 

Senin, 17 Februari 2014

Nyesel Seumur Hidup

Sekarang sekarang ini saya sering nangis pas doa (sehabis sholat) saat inget Almarhum Ibu, nangis karena nyesel. Dulu nggak punya ilmu mencintainya, belum mengerti mustajabnya doa ibu, tidak memahami arti Sorga ditelapak kaki Ibu. Jadinya ya biasa aja punya ibu, jarang diskusi dengannya, jarang minta restunya, jarang menyenangkannya, jarang membanggakannya. *berkacakaca.......

Beberapa minggu setelah ibu meninggal, di meja kerja teman ada buku yang judulnya “Punya Ibu nggak masuk Surga? Rugi”, jlebb.... nyeseeelll banget deh. Nggak berani baca buku itu, karena yang ada pasti penyesalan terus menerus.

Pas liat acara TV yang menunjukkan sayangnya seseorang terhadap ibunya, jadi iri, jadi pengen, jadi mupeng. Apalagi setelah baca bukunya ust. Yusuf Mansur, khususnya yang “Semua bisa jadi Pengusaha”. Berkali kali Ustad memberikan contoh memuliakan ibu, minta doa, ngajak ibu melihat rencananya, diskusi tentang masa depannya.

Barusan Pulang

Friendship