Minggu, 19 Agustus 2012

Ramadhan Alone

hilal
Ramadhan udah habis dah….. pahala yang berlipat-lipat udah gak ada lagi, menahan nafsu sudah tidak greget lagi, kecintaan ke masjid mulai luntur lagi, sibuk tadarus tidak terlihat, sedekah mulai berkurang, tausiyah jarang terdengar.

Sungguh kalau umatku tahu keutamaan Ramadhan, pasti mereka akan meminta Ramadhan sepanjang tahun.. sabda Rosul. Bahkan di akhir Ramadhan banyak dari sahabat Nabi yang menangis, karena sedih ditinggal Ramadhan.

Ada yang bilang bulan Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk menghadapi 11 bulan berikutnya, tempat latihannya umat muslim yang sistem pelatihannya sudah diatur Alloh. Namun ada juga yang bilang inilah bulan yang ditunggu-tunggu untuk menjadi kaya pahala, karena banyaknya rahmat, berkah dan ampunan Alloh – dijanjinkan juga barangsiapa bisa melewati Ramadhan dengan baik akan terbebas dari api neraka.

Kesamaannya adalah yang latihan harus benar-benar, karena akibatnya akan tereliminasi dan 11 bulan berikutnya pasti berantakan. Yang ini adalah bulannya, yo harus bener-bener, harus total ibadahnya, agar tidak sia-sia berpuasa dan beramal.

Minggu, 05 Agustus 2012

Lead up to Day



Ramadhan…. Bulan penuh berkah, semua kemurahan Allah SWT tercurah.  Diberikan untuk semua umat muslim yang beriman, sesuai dengan Firman di QS. Al Baqarah:183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dibulan ini juga diwajibkan kepada umat muslim untuk berpuasa, udah pada tahu lah ya – Ramadhan pasti puasa. Dan pasti juga banyak ibadah-ibadah lain yang dikerjakan oleh umat Islam karena disana Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.

Salah satu ibadah/ amalan andalan saya di bulan puasa ini adalah Khataman Qur’an, jadi saya usahain satu hari 1 juz harus selesai. Biasa baca pas ba’da sholat wajib, jadi kalo di konversi ke halaman Quran rata-rata 2-3 halaman per sholat wajib. Kalo itu sudah bisa dijaga, Insya Alloh 1 juz per hari bisa deh. Tapi bisa lebih jika sekali-kali baca, misal pas nunggu sholat wajib, sholat tarawih, buka puasa atau setelah sholat dhuha dan sholat tahajjud.

Senin, 23 Juli 2012

Langkah Kecil Langkah Awal


Hari ini saya akan mencoba keluar dari pakem Blog Sing Biasane, pakem’e opo zal? Selalu memberikan makna atau membahas sesuatu di setiap postingan. Ada kalanya enggak juga sih, tapi kebanyak iya kan. Dan juga pakem desain tulisan/ paragrap, paragrap pembuka selalu saya beri warna kelabu dan italic, baru kemudian paragrap kedua adalah pembahasan dengan gambar di samping kirinya. Kali ini akan sama, lha kok! Enggak-enggak, beda ya…

Setelah 9 bulan di usaha jasa, sekarang saya mau coba jualan produk.....tapi jualan apa ya.

Mau jualan kaos tapi yang jualan kurang sipp, udah bayar – katanya barang ready 1 hari. Eh malah berhari hari, baru selasa kemaren dikirim (dari jogja). Rencana mau coba jualan baju di acara UTHB Pekanbaru, sewa tempatnya sih murah. 

Napa gak dicoba, cos kaos ini menurut saya pasarnya ya acara ini. Sekarang yang masih bingung mengenai harga jual,  harusnya sih 85rb – apa laku ya. Menurutku cukup mahal, tapi aku juga beli tuh 1 biji buat cek kualitas dan pelayanan.

Tapi nih- orang kalo udah fanatik ama sesuatu yang kebetulan tertera di kaos ini kelihatannya bakal beli. Saya juga punya trik dengan memberikan hadiah dan potongan juga membeli atau pesan ditempat.

Jualan kaos ini memang sudah menjadi impian lama, selepas ikut UTHB - keinginan buka toko kaos yang bertema Riau cukup tinggi. Tapi karena modal awal dan ilmunya belum mumpuni, jadinya mencoba ke laundry.

Minggu, 08 Juli 2012

Bawa Pergi Monyetmu!

Met semangat frend..,zal! kok judulnya monyet lagi sih??  Ya ya, sabar ya. Pasti orang tertarik dengan judul monyet, iya tak? (enggak juga tuh). Gini gini, sebenarnya postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya. Kemaren membahas sebuah masalah yang tidak kita sadari selama ini, sekarang akan diberikan bagaimana menghadapi dan mengatasinya…okey kan. 

Dan judulnya gak pake Part lagi, supaya beda gitu. Ocre kita lempar monyet-monyet ini, supaya gak membebani lagi….hiahh.

Dengan banyaknya monyet dipundak anda, dia, mereka, para supervisor, para manager. Menjadikan kita kehabisan waktu, bahkan staff anda justru kehabisan pekerjaan. Dan banyak atasan seperti kewalahan bahkan sering lembur tapi tidak pernah menyelesaikan segala pekerjaanya. Ini semua gara-gara monyet – monyet itu, jadi harus ada pengaturan dan pengendalian. Bahasa kerennya manajemen monyet….

Masih di NLP Newsletter diberitakan bahwa Bill Oncken di Harvard Business Review [1974] menulis artikel klasik yang sangat menarik dengan judul Mengelola Manajemen Waktu: 'Monyet Siapa ini?' (walah ternyata ini ilmu yang sudah lama ya). Dalam artikel tersebut Oncken menjabarkan bahwa ada tiga jenis manajemen waktu, yakni:
  1. Waktu yang dipaksanakan bos, digunakan untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas yang bos inginkan dan si manajer tidak bisa mengacuhkan tanpa beresiko mendapatkan hukuman (langsung/ tidak).
  2. Waktu yang dipaksakan sistem, digunakan untuk mengerjakan tuntutan-tuntutan administratif dan pekerjaan dari rekan kerja. Mengacuhkan permintaan ini bisa beresiko mendapat hukuman/ pinalti (langsung/ tidak).
  3. Waktu yang dipaksakan sendiri, digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang kita putuskan sendiri. Disini tidak ada penalti.

Barusan Pulang

Friendship