Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Semua Orang Bisa Jadi Batman


Anda sudah melihat Film The Dark Knight Rises? Ya udah lah, udah lama tuh. Akhir Desember kemarin saya baru nonton, cos Mbak saya kirim oleh-oleh pulang Haji plus DVD (salah satunya Batman itu tadi). Lengkap sudah trilogy The Dark Knight (TDK) habis di tonton. Film film superhero barat seringkali diberi bumbu bumbu humanis, seperti kejadian sedih waktu kecil, bisa menangis, butuh kasih sayang, sakit dll.

Di The Dark Knight bumbu itu terasa sangat ditampilkan, apalagi salah satu superhero ini mengandalkan kekuatan dan kemampuan bela dirinya (League of Shadow). Ditunjang dengan peralatan yang super duper canggih dan dukungan dana dari perusahaannya. Bener bener manusiawi kan, atau bahasa ‘kini’nya humanis. Bisa dilakukan oleh orang lain dan merasakannya.

Minggu, 05 Agustus 2012

Lead up to Day



Ramadhan…. Bulan penuh berkah, semua kemurahan Allah SWT tercurah.  Diberikan untuk semua umat muslim yang beriman, sesuai dengan Firman di QS. Al Baqarah:183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dibulan ini juga diwajibkan kepada umat muslim untuk berpuasa, udah pada tahu lah ya – Ramadhan pasti puasa. Dan pasti juga banyak ibadah-ibadah lain yang dikerjakan oleh umat Islam karena disana Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.

Salah satu ibadah/ amalan andalan saya di bulan puasa ini adalah Khataman Qur’an, jadi saya usahain satu hari 1 juz harus selesai. Biasa baca pas ba’da sholat wajib, jadi kalo di konversi ke halaman Quran rata-rata 2-3 halaman per sholat wajib. Kalo itu sudah bisa dijaga, Insya Alloh 1 juz per hari bisa deh. Tapi bisa lebih jika sekali-kali baca, misal pas nunggu sholat wajib, sholat tarawih, buka puasa atau setelah sholat dhuha dan sholat tahajjud.

Minggu, 20 November 2011

Aku Mau Bisa!

Tapi bukannya nanti akan riya’? pertanyaan itu terucap oleh salah satu taklim’ers Piloc Iqro' di Sabtu siang. Salah satu pertanyaan standar tapi memang menggumpal di sebagian taklim’ers, dan memang hal itu terjadi. Ntar ntar…….. supaya gak bingung ini ngomongin apa, saya buka dulu ya: Ini hari rizalarable akan mengaji (mengkaji) mengenai keterpaksaan dan kebiasaan, yang dipersembahkan khusus untuk  taklim’ers di Blog Sing Biasane.


Tiap sabtu siang, ba’da dzuhur kami sengaja mengadakan acara yang di kenal dengan majlis taklim. Supaya agak tidak terlalu formil, maka acara tersebut kami namakan Piloc Iqro'. Nama ini diambil dari gabungan nama Dept. tempat kami bernaung dan tujuan kita. Susunan acara di buat sederhana, isinya juga dibuat ringan, suasana dibuat santai, pokoke gimana caranya taklimers supaya senang dan kontinyu mengikuti.

Salah satu agenda acaranya adalah menghitung ‘amalilah harian’, jadi setiap taklimers bersama-sama membuat target untuk melaksanakan amaliyah hariannya – semisal : tahajud 2 kali seminggu, sholat berjamaah dimasjid 20 kali seminggu, puasa sunnah, dll. Sebenarnya rencana ini bagus, namun karena tidak didukung oleh panitia yang semangat, checklist yang menarik serta rasa nervous yang tinggi bagi sebagian taklimers - cos, ini adalah hal baru. Maka Alhamdulillah rencana ini gagal saat pertemuan berikutnya, gak ada yang setor amalilah harian.

Salah seorang senior di Piloc Iqro' pun mengarapkan semua taklimers bisa melakukan target amaliyah hariannya dengan baik. Dan muncullah pertanyaan itu: “Tapi bukannya nanti akan riya’?”. …… Sebenarnya sih bisa aja- dengan menunjukkan amaliyahnya- seseorang menjadi sombong, congkak dan riya’. Senior itupun menjelaskan bahwa: “mau pilih mana kita hitung amalilah sekarang, atau nanti Allah akan menghitung saat penghisaban.” Dan gak ada yang menyangka lho kalo nanti bisa melakukan semua amalilah-amalilah tersebut dengan baik dan rutin dengan memulainya di hari ini”.

Barusan Pulang

Friendship