Tampilkan postingan dengan label indomie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indomie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

12.12.12 - 12:12

  
Wah  wah Alhamdulillah, saya salah satu orang yang bisa melewati hari dengan angka yang unik. Yups hari ini Rabu tanggal 12 bulan Desember  tahun 2012, atau biasa disingkat 12.12.12. Keren kan, apalagi saya postingnya tepat pukul 12:12 siang – malah tambah keren.

Sebenarnya gak ada yang istimewa dengan hari ini atau tanggal ini. Di ajaran agama yang saya anut yaitu Islam tidak mensyaratkan hal khusus di hari ini. Yo iyyalah kan angka itu dari penanggalan Masehi, sedangkan Islam menggunakan Hijriyah. Atau mungkin gak istimewa juga di Agama, Suku, Ras, Bangsa lain karena menggunakan penanggalan yang berbeda pula.

Posting hari pun gak mengharapkan apa-apa, saya juga nggak melakukan ritual khusus di hari ini. Kalaupun ada InsyaAlloh saya nggak meyakini, Cuma ingin mengabadikan bahwa umat manusia pernah punya penanggalan (masehi) dengan susunan angka yang unik dan bagus di hari ini. Itu ajah…

Minggu, 09 Oktober 2011

Mie Kerupuk


Wah enak nih, mie goreng dan krupuk – salah satu pasangan yang maknyus jika dihidangkan sebagai penganan Anda. Berbicara mengenai makanan, mie instant dan krupuk untuk sebahagian orang/ penduduk Indonesia sudah menjadi makanan pokok. Minggu ini Blog Sing Biasane mencoba untuk membagi inspirasi dengan melihat salah satu produk makanan ini. 

Suatu hari saya membeli mie instant dan krupuk, seperti gambar disamping. Saat di sandingkan dan dilihat lama….lama….lebih lama…lebih lama….ternyata ada persamaan. Apa itu?.... Harganya!.... .dienggGG – kalo itu mah gak usah dilihat kali, pas beli kan tahu juga. Aneh juga sebenarnya, mie instant dengan kemasan yang sangat bagus, dilengkapi dengan bumbu-bumbunya, bahkan 1 merk bisa tersebar dimana-mana kadang berhadiah pula- harganya Rp. 1.500. Sedangkan krupuk, yang bahannya hanya dari tepung, minyak untuk menggoreng dan plastik seadanya..ternyata harga juga Rp. 1500!!!.#tercengang.

Benar-benar menakjubkan, amazing!!! Mie instant yang bisa mengenyangkan dengan rasa yang bervariasi juga lezat harganya sama dengan krupuk yang berat nya jauh lebih ringan dan tidak mengenyangkan. Pabrik mie instant bisa jadi hanya beberapa, namun produknya bisa tersebar di seluruh indonesia raya, sedangkan krupuk… boro-boro seluruh indonesia, bisa menguasai satu kota aja sudah puas tuh juragannya.

Apa gak rugi tuh pabrik mie instant dengan harga segitu?, 'beta tidak tahu', tapi coba tengok karyawan-karyawan Indomie, Mie Sedap, atau Mie ABC….bejibun banyaknya dan pastinya gaji mereka diatas UMR apalagi staffnya. Atau kita bisa mengira : untungnya gede kali si juragan krupuk, produk yang seperti enntuh# harganya disamakan dengan mie instant. Coba pula lihat ato bayangin aja deh karyawan-karyawati pabrik krupuk……hmmm udah? ……..Trus kalo dibandingin dengan karyawan pabrik Mie, anda pilih yang mana?….. wow pilihan Anda sama dengan pilihan saya.

Minggu, 29 Mei 2011

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Judul diatas saya ambil karena kali ini saya akan menulis mengenai pengalaman menikmati Indomie, tahu kan Indomie? salah satu produk asli Indonesia buatan Indofood, yang telah menjadi ‘makanan pokok’ masyarakat Indonesia dan berhasil mendunia dengan menggunakan brand yang sama. 

Nah pengalaman saya ini akan saya tuangkan di Blog Sing Biasane dan akan saya kirim ke kompetisi cerita indomie. Mudah-mudahan pengunjung BSB menyukai (bukan mie nya lho) dan juri dari Indofood juga. So satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui……
 
Di keluarga kami indomie atau mie instant merk lain lah [tahun 90’an masih di dominasi indomie juga], menjadi makanan/ lauk alternatif jika memang Ibu tidak memasak. Kami adalah salah satu keluarga di Indonesia yang menikmati mie instant sebagai lauk untuk menemani nasi, jadi 1 bungkus mie instant biasa kita nikmati berdua atau bertiga. 

Ternyata setalah remaja pemahaman saya nih kelihatannya salah, karena mie instan sebenarnya dinikmati hanya mie saja.

Mie Goreng Kuah
Maklum, keluarga kami dulu bukan termasuk keluarga yang menengah ke atas, jadi untuk mie instan, martabak, bakso dan nasi goreng pun menjadi ‘lauk’. Dulu mie instant yang masih sering kita nikmati adalah mie goreng, sedangkan mie kuah jarang disediakan oleh ibu. 


Nah karena stok kami nih memang mie goreng saja, saat kami ingin menikmati mie kuah. Ibu  dengan ‘pede’ nya mengolah mie goreng - yang dihidangkan menjadi mie kuah. Alakazam!.... gimana nih, saat pertama kali ‘produk ini di launching’ kami sempet protes “kok mie goreng di kasih kuah?”, “udah makan aja!” jawab ibu. Ternyata kenikmatan rasanya gak masalah juga, malah ada rasa baru yang bisa kita dapat dari indomie goreng.

Barusan Pulang

Friendship