Tampilkan postingan dengan label wwf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wwf. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Mangan Ikan Terus-Terusan

Waelah ….. semangat siang!! …???...... Emang apaan semangat siang? He he  pengen beda aja, biasanya kan semangat pagi. Oke oke gak penting, yuk menjelajahi Blog Sing Biasane lagi di hari minggu ini. postingan ini saya dedikasikan untuk kampanye WWF Indonesia, yakni Sustainable Seafood – Bijak memilih Seafood.
 
Seperti yang pernah saya ceritakan dipostingan sebelumnya, bahwasanya diriku ini adalah seorang suporter WWF. Jadi, tiap 3 bulan sekali  saya dikirim  ‘Living Magazine’ dari WWF Indonesia. Dari sana saya banyak tahu mengenai kepedulian WWF untuk menjaga kelestarian alam, baik kelangsungan hidup hewan ataupun tumbuhan khususnya keberadaan hutan sebagai tempat tinggal alami hewan.

Tahun 2011 kemarin, WWF Indonesia gencar mengkampanyekan ‘Sustainable Seafood’ – yaitu sebuah gagasan yang mendorong konsumen mengenal hidangan laut lestari serta lebih selektif memilih hidangan laut. Sebenarnya hal ini adalah program dari WWF Internasional, Indonesia dipilih karena 55% sumber daya ikan Indonesia sudah overexploited. Dengan potensi hasil laut yang tinggi, pengelolaan dan konsumsi yang berkelanjutan justru sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan sumber daya tersebut.

Sudah agak mengerti kan? lebih mudahnya sih, kita sebagai konsumen (ikan) dituntut untuk bijak dalam memilih hidangan laut. Jangan asal semua dimakan, apalagi ikan tersebut adalah jenis langka dan lama berkembang biak. Atau mengkonsumsi telur ikan atau kepiting, walaupun rasanya enak – kalau telurya kita konsumsi terus, kapan mereka punya kesempatan berkembang biak. Hal ini dilakukan, agar ketersediaannya dalam jangka panjang tetap terjamin. Semua yang berlebihan atau boros emang gak bagus lah.

Untuk lebih memudahkan penikmat ikan dalam memilih hidangan laut, WWF menerbitkan Seafood Guide. Sebuah buku saku yang merupakan panduan berisi daftar spesies laut yang populasinya masih aman, semakin terbatas dan sudah terancam. Buku saku ini  diharapkan menjadi referensi kita dalam menetukan pola konsumsinya ke arah yang lebih lestari. Untuk pengunjung setia Blog Sing Biasane jo kuatir, kuberikan Seafood Guide satu satu untuk Anda semua.

Belum selesai lho, WWF juga melakukan pendekatan ke industri pelaku bisnis perikanan. Upaya ini tertuang dalam wadah Seafood Savers, melalui usaha bersama para perusahaan seafood ini – WWF berupaya mewujudkan perbaikan kegiatan perikanan di Indonesia. Karena pada kenyataannya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan tanpa merusak lingkungan.

Kalau pengen tahu lebih dalam lagi mengenai Sustainable Seafood ini friend, kunjungi situsnya di www.wwf.or.id  atau www.panda.org. Obrak-abrik deh informasinya disana, dijamin kecintaann mu pada lingkungan bakal bertambah dan ketagihan untuk membantunya….aamiin. Jadi sekarang kalo mau makan ikan terus-terusan ojo asal yo….. menjadi pribadi yang lebih bijak – itu jauh lebih baik.
Kini saatnya berbagi manfaat, sila pilih ebook dibawah dengan menuliskannya pilihan anda di box komentar + alamat email anda. Segera kami kirim deh...

Seafood Guide
Living Planet 1
Living Planet 2



Minggu, 28 November 2010

PIlihan Bijak untuk Alam dan Manusia

Minggu kemarin lusa tepatnya tanggal 13 – 14 Nov, ada acara yang diadakan oleh WWF-Indonesia di salah satu Mall di Pekanbaru. Acara ini adalah salah satu rangkaian dari acara nasional dan dilaksanakan hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Nama dari acara ini adalah Green and Fair Product, karena istri saya mendaftar menjadi volunteer – jadinya saya ikut mendampingi, antar jemput pastinya dan jadinya saya mengerti aktivitas WWF di Indonesia khususnya di Sumatera.

Saya sebenarnya udah lama tahu mengenai aktivitas WWF, salah satunya dari personel WWF yang sering berada di mall untuk mengajak orang-orang menjadi donatur. Dari sana saya tahu ada yayasan yang berusaha ingin menyelamatkan hewan langka khususnya dari kepunahan dan konservasi hutan untuk menjaga keaneka ragaman hayati,…. saya bertemu personel wwf ini gak hanya sekali – tapi berkali kali. Tapi gak pernah jadi donatur karena mereka mendebit dana via kartu kredit, lha saya ini gak pernah jodoh kalo ngurus kartu kredit – penghasilannya terlalu rendah kali ya?

Di awal minggu kedua November saya bertemu lagi dengan personel wwf, saya sudah menyangka harus pake kartu kredit – tapi kata Mas Husni (personel wwf) bahwa sekarang wwf bisa pake debet. Lha ya udah gak usah diterangin lagi dah, saya langsung daftar jad suporter wwf (istilah untuk donatur) dengan minimal debet he he.

Kembali ke acara green and fair product, ini apaan sih: GnF Product  adalah acara yang di gagas oleh wwf untuk mengenalkan produk-produk dari Indonesia yang dihasilkan oleh orang-orang Indonesia dengan proses produksi yang ramah, higienis, alami dan berkelanjutan. Disini wwf juga berkolaborasi dengan masyarakat yang berada di kawasan konservasi untuk membantu mempromosikan dan memasarkan produk-produk yang terbuat dari bahan alami setempat. Karena wwf percaya bahwa produk ini terjamin, dalam arti produk tersebut memenuhi beberapa kriteria mendasar dari segi ekologi dan sosial.

Saat ini ada delapan produk yang dikelola wwf bersama masyarakat dan tersebar di seluruh indonesia, yakni: Minyak Kayu Putih Walabi dari Wasur Papua; Madu Hutan Gunung Mutis dari Timor, NTT ; Beras Adan Tana Tam dari Krayan Dataran Tinggi Borneo; Produk Lidah Buaya dari Sebangau, Kalteng; Kerajinan Manik Banuaka dari Kapuas Hulu Kalbar; Kerajinan Badak dari Ujung Kulon; Kopi Robusta Kuyungarang dari Bukit Barisan Lampung; dan Madu Hutan Tesso Nilo dari Pelalawan Riau.

Dan yang dipamerkan di acara ini adalah hasil produksi dari Sumatera yaitu: Madu Hutan Tesso Nilo Pelalawan Riau dan Kopi Robusta Kuyungarang Lampung. Coba friend, enak juga kok sekalian kita telah memilih produk dengan bijak untuk alam dan manusia.

Di acara ini juga di datangi oleh suporter kehormatan wwf-indonesia, Nadine Candrawinata.....wah lumayan ketemu artis. Walaupun gak bisa poto bareng, tapi kita sama-sama suporter. Nadine - suporter kehormatan kalau saya suporter............











Barusan Pulang

Friendship