Tampilkan postingan dengan label malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2018

Museum Angkut Batu

Oiya masuk ke kampung ini ada biayanya lho, iyalah buat perawatan dan menjaga kampung ini tetap terjaga. Kedua kampung di Jodipan ini bisa dinikmati juga dari atas jembatan kendaraan, anda kalau mau lihat sekilas saja di atas kendaraan masih bisa. Jadi angel foto juga bagus.

Nah disisi seberang jembatan kendaraan ada juga kampung Arema, ciri khasnya adalah semua berwarna biru, biru tua dan muda. Asyik juga, dengan beberapa gambar Singa dan logo tim sepakbola Arema. Tapi dari atas terlihat sepi pengunjung, mungkin kurang variatif kali ya dan butuh strategi menarik wisatawan.

Next udah puas foto-foto, kami mampir ke ITN Kampus 1. Karena adik saya njaga kantin disana. Udah lama gak ketemu dan akhirnya kami juga disana. Sebenarnya mau ajak kami makan diluar tapi karena pelangganya masih banyak, gak enak kalau ditinggal, kami pun makan mie instant saja disana. 

Minggu, 25 Maret 2018

Jodipan Kampung Warna-warni

Malang, kota ini di Jawa Timur terkenal dengan banyaknya tempat wisata. Dan tempat-tempat wisata baru masih terus bermunculan, ada yang unik, aneh, sangar, sebagian besar adalah buatan dengan tema-tema khusus. Disamping itu Malang juga banyak sekali Universitas dan Sekolah tinggi, bisa dikatakan sebagai kota pendidikan di Jawa Timur.

Hal ini membuat kota Malang sangat padat, dari pertambahan penduduknya sendiri, dari kedatangan mahasiswa dan dari wisatawan khususnya saat weekend dan hari libur.

Sayangnya pemerintah kota Malang dan Batu terlambat melebarkan jalan-jalan menuju tempat wisata. Ada beberapa titik di dalam kota yang sering macet karena padat kendaraan, apalagi pas weekend. 60 Km sebelum masuk Malang, macetnya minta ampyun.

Minggu, 25 Desember 2011

M.e.r.a.s.a.T.u.a

2 minggu yang lalu saya iseng-iseng ndengerin list rekaman/ recorder di hp, eh nemu 2 rekaman yang memang sengaja untuk menjadi bahan Blog Sing Biasane ini. Di awali dengan kata-kata ‘merasa tuahhhh’ yang serak dan menyerapkan…..eh menyeramkan – kemudian saya tumpahkan sumpah serapah serakah sejarah….., walah lebay wis. Oke oke (( gini ceritanya.

Di semester 1 tahun 2011, istri saya rutin memberikan pengajaran tambahan (les) untuk siswa SMP kelas 3. Mereka mulai tiap hari ba’da isya  hingga pukul 9 malam, di jam tersebut terpaksa TV gak boleh dinyalakan – ntar mereka gak konsen. Saya pun hanya di kamar untuk baca buku, maen game atau online. 


Suatu hari istri saya membacakan salah cerita lucu mengenai Gus Dur dari buku koleksi kami ‘Presiden Dur yang Gus itu’. Setelah satu cerita selesai, Kiki (anak les) tanya “Gus Dur tuh siapa Te (tante)?” *Saya:Diengg!  jungkir balik*

Ntar ntar saya ulangi lagi ya, mungkin salah baca….“Gus Dur tuh siapa Te?”,(eh sama ternyata, lanjut bang)  “Kok kamu nggak tahu”? tanya istri saya penuh selidik (kayak cerita detektif deh). Setelah merenung sejenak, wangsitpun mengatakan: Buku sejarah belum menuliskan Gus Dur di dalamnya, Kiki yang lahir tahun 1996 – masih berumur 3 tahun saat Gus Dur menjadi ketua NU dan Presiden Indonesia. Jelas dia gak paham…………

Dari situ saya langsung terhenyak dan berkata dalam hati “Aku sudah tua ya…”, terasa sekarang bagaimana perasaan orang tua yang saya liat, …emang apa perasaannya zal? pengen muda lagi he he.

Pindah tempat…***********************

Barusan Pulang

Friendship