“Aku ini mungkin waktu kecil enggak hidup di desa ya, jadi beda sama tetangga-tetangga kalo liburan gini - ada aja yang dikerjakan. Ya bersihin rumput, selokan, menanam, merapikan lingkungan lah…kalo aku ya mending istirahat-cangkrukan lihat TV ato main game – pokoke leyeh leyeh lah” tanyaku ke istri. “Kamu tuh bukannya enggak dari desa, tapi emang males” jawab istrinya dengan memberikan contoh tetangga dan teman lainnya. Huhh jadi malu deh….
Kenapa saya mengandaikan aktivitas menanam, bersihin rumput, selokan dengan kehidupan desa? Karena itu adalah pekerjaan sebagian besar penduduk desa, PETANI! . Yups, negara agraris ini telah menghasilkan berjuta-juta petani di seantero nusantara, yang telah mensupplai kita beras, rempah, palawija, daging, ikan, sayur-mayur serta buah-buahan.Terima kasih kita ucapkan kepada seluruh petani di Nusantara ini, dengan kerja kerasnya telah sukses menyediakan berbagai macam hasil pertanian yang tiada hentinya dan atas seizin Sang Pencipta pastinya.
Selama berabad-abad petani telah menemukan bentuk atau metode atau kebiasaan yang ternyata kalo kita cermati jadi sangat menarik, kebiasaan petani ini juga pernah dibahas oleh James Gwee di buku “Setiap Orang Sales harus baca buku ini” dan saya akan men-sari-kannya untuk anda.
Yuk, kita mulai dari yang pertama,
