Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

Anak mana yang lebih hebat?

Apa beda anak jaman sekarang dengan jaman dulu? Hayooo..... | sama ajalah | Salah ! | anak jaman dulu lugu –lugu | Salah! Hayo apa | Gak tahu | ya wes. Kalau anak jaman sekarang masih muda, kalau anak jaman dulu sekarang udah tua ha ha.

Yaps kita tinggalkan becandaan jayus tersebut di atas. Karena saat melihat salah satu stasiun TV, mengabarkan siswa SMU yang corat coret baju dan konvoi selepas melaksanakan UN. Karena saat ini UN bukan sebagai standar kelulusan, sehingga mungkin mereka meluapkan kegembiraannya karena tidak ada lagi proses belajar.

Senin, 24 Maret 2014

Aku Menyesal Telah Disuap


Eits...... aku tersadar telah disuap, menerima yang tak pantas diterima.
Bibir nggak bisa berkata-kata, hanya diam dan menerima.
Mulutku terkunci rapat menerima segepok uang dalam tas plastik hitam.
Hati tidak bergemuruh, otak tak merasa linglung.
Tangan menyodor maju, bertopang kaki yang tidak bergerak mundur
.

Sedetik kemudian, otak berpikir cepat untuk mencari pembenaran.
Ini hanya pemberian, manusia harus bisa memaafkan.
Terbayang pulang dengan riang, istri di rumah pun pasti akan senang.
Akan kusimpan di tabungan, sebagian ku berikan ke panti asuhan.

Minggu, 09 Januari 2011

Ujian Pagi

Kali ini saya gak berniat untuk posting, cos sekarang ini hati saya lagi bersedih. Karena tidak ada stock tulisan, jadinya saya baru bisa nulis dan posting di malam hari. Pagi tadi saya kehilangan salah satu alat komunikasi yang bersama saya selama 2 tahun, jarang buat komunikasi sebenarnya. Seringnya untuk aktivitas yang berhubungan internet :  baca e-koran, social networking, chatting dan terakhir ini lagi deman foursquare. 

Tapi kali ini aktivitas tadi udah gak bisa saya lakukan, kan udah gak ada. Gak tahu nih, ini hukuman atau ujian. Harusnya hari ini saya berbahagia cos di tanggal ini adalah hari ulang tahun pernihkahan saya. Tapi karena kita diharuskan untuk berbaik sangka, dan Tuhan seperti apa yang dianggap umatnya. Maka saya memutuskan untuk menganggap ini ujian dan berusaha untuk mengikhlaskannya serta menganggap sedekah (bisa gak ya).

Setelah kehilangan ini istri saya ternyata agak bersyukur, karena beberapa minggu terakhir perhatian saya berkurang karena hanheld ini. Di minggu ini pun saya sempat membaca ’10 Langkah Membuat Hubungan lebih Intim' di web Kompas, salah satunya jangan terlalu sering memegang handphone (ealah handphone tho yang hilang, iyo.... Blackberryku ilang).
 
Saya juga ngerasa kalo sering kali saya mijit-mijit tuh keypad akhir-akhir ini dan jarang ngobrol dengan satu-satunya perempuan di rumah. Saya berharap kejadian ini bisa mengingatkan saya dan keluarga serta teman-teman semua, lebih banyak berkomunikasi dengan orang-orang terdekat – jangan sampai yang diangankan Christian Sugiono di Blog Yahoo OMG terjadi.

So maaf untuk pengunjung Blog Sing Biasane, cos gak bisa memperoleh ‘sesuatu’ yang biasanya anda dapat dengan mengunjungi Blog ini. Untuk mengobatinya saya persilahkan untuk download ebook'tertawalah mumpung masih gratis', karena saya juga bisa tertawa saat membacanya.

Barusan Pulang

Friendship