Setelah kemarin terheran heran dengan Myanmar yang nerapin visa untuk masuk ke negaranya. Sekarang ada Laos, negara yang perkembangannya jauh dari tetangga tetangganya di ASEAN. Laos yang merdeka di tahun 1949, namun masih terlibat perang dengan Vietnam (Perang Indochina). Sehingga kondisi negara tidak stabil, muncul juga perang saudara dan beberapa kali kudeta. Menyebabkan Laos belum bisa fokus ke ekonomi.
Namun di tahun 1975 kaum komunis Pathet Lao membentuk Republik Demokratik Rakyat Laos hingga saat ini. Kemudian mereka mempererat hubungan dengan Vietnam dan mengendurkan larangan ekonomi di tahun 1980 kemudia masuk ke ASEAN di tahun 1997.
Namun di tahun 1975 kaum komunis Pathet Lao membentuk Republik Demokratik Rakyat Laos hingga saat ini. Kemudian mereka mempererat hubungan dengan Vietnam dan mengendurkan larangan ekonomi di tahun 1980 kemudia masuk ke ASEAN di tahun 1997.
Laos jelas butuh pemasukan untuk memperbaiki kondisi negara, setelah keran Swasta di buka di tahun 1986 – ekonomi mereka melesat. Namun tidak meratanya pembangunan masih terjadi disana, lapangan kerja juga belum memadai dengan jumlah penduduk. Sehingga banyak warga Laos yang berpendidikan tinggi, memilih untuk mencari nafkah di luar negeri.
Sebenarnya nggak semudah itu juga untuk menarik orang datang ke suatu negara. Indonesia yang sudah merdeka 86 tahun aja, wisatawanya hanya fokus ke beberepa tempat. Dan hampir separonya tingkat kenyamanannya bisa dibilang masih rendah. Karena mungkin Indonesia lebih memfokuskan ke hal lain. Di tahun 2015 semua negara ASEAN musti mempersiapkan diri, termasuk Indonesia dan Laos. Supaya bisa memberikan kontribusi ke antar negara ASEAN serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
*)referensi:
- http://www.asiacalling.org/in/laporan-khusus/inside-laos-the-battery-of-south-east-asia-/1091-laos-dams-building-frenzy
- http://www.asiacalling.org/in/laporan-khusus/inside-laos-the-battery-of-south-east-asia-/1093-eco-tourism-in-laos
- http://id.wikipedia.org/wiki/Laos
0 comments:
Posting Komentar