

Walaupun dikatakan bahwa pasar ini tidak mempunyai ijin, namun cara yang tidak persuasif ini selalu jadi pilihan penguasa dan aparatnya. Terlepas dari adanya kepentingan pribadi, ekonomi dan politik dari penguasa, hal ini memang kejam terasa…dzholim!!

Kecuali kalo penguasa sudah menjamin pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok dan transportasi. Baru masyarakat nih bisa mikir dan menerima peraturan Negara. Kalo jaminan itu nggak ada, trus cari uang dipersulit – gimana mau hidup???


Kesan yang muncul berikutnya adalah, inilah tantangan pedagang, pengusaha dan entrepreneurship. Udah settle jualan bertahun tahun, tempat jualan yang disewa ternyata bermasalah. Pengusaha harus berpikir cepat, mau pindah kemana? mau ngapain? berjualan lagi ? atau jualan yang lain. Pengusaha haru memutuskan dengan tepat, karena ini adalah masa depan yang dia hadapi.
Seperti bola, semakin dijatuhkan dengan kuat – membalnya akan semakin tinggi. Pilihannya adalah menerima, bersabar dan beraksi kembali. Ngomong enak zal, iya sih – tapi Alhamdulillah kejadian ini menginspirasi saya untuk segera action dan action serta lebih berhati – hati saat memilih tempat berjualan.
iyah.... kasian pedagang kecil.. itu kan t4 mereka nyari nafkah.. ya ampun.. kasian banget
BalasHapusini Penguasanya yg dzholim..........
Hapushaduh.. merinding ngeliatnya serem.. kejam.
BalasHapusNegara dan pemerintah sekitar, musti mengatur dengan baik problem yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
HapusKepikir ndak sih, mengambil keuntungan (berdagang) di atas hak orang lain (pemilik tanah) tanpa izin pemilik lahan, adalah perbuatan yang lebih zalim ?
BalasHapusDzalim emang, tapi kalo pengatur nya diam aja jadi gimana.
HapusPada dasarnya manusia bisa diatur, syaratnya yo musti segera di tegur dan di tindak jika ada melakukan kesalahan.
Pemerintah yang dipilih rakyat, tujuannya adalah mengatur rakyat. bukan malah membiarkan trus menjerumuskan.