Minggu, 29 Juli 2018

1 Month 3 Pabrik Aqua

Di Kudus sudah 2 minggu, hari minggu pertama (15 Juli) dilewati dengan meeting di Semarang. Hari minggu ke dua, saya pulang ke Surabaya. Nganter City ke Surabaya, soale di Kudus ada fasilitas kendaraan. Kaget setelah diberitahu kalau di beri Innova, Matic, Diesel, kantor beli second buatan 2012. Diesel cukuop berisik kalau berhenti, WJ beli 3 biji untuk 3 orang barunya.

Ternyata enak naik matic, apalagi kalau nanjak, santay. Awal-awal kaki kiri pengen njejek aja ha ha, kosong. Innova nih besar dan banget, napa juga dikasih mobil yang segede gini. Butuh penyesuaian dijalanan lagi nih, tapi tetep syukur, karena ada kendaraan free, bbm free, maintenance free. 
Karena Senin pagi ada meeting di Pabrik Aqua di Klaten, dari Surabaya saya langsung menuju Klaten, naik Bis Eka berangkat tengah malam. Nyampe Klaten pas Subuh, alhamdulillah dapat masjid yang enak. Ada teras yang ‘tertutup’ bisa buat tidur, nyimpan tas, kamar mandi, ganti baju, dan sepi. Trus keliling sekitar cari tempat makan sambil nunggu dijemput.

Minggu, 22 Juli 2018

Kudus dan 19 Km

Sudah 2 minggu di Kudus, ngapain? Kerja lagi, seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya. Minggu terakhir sebelum berangkat ke Kudus saya coba untuk running terjauh. Dari Perumahan Gunung Sari Indah, ke barat arah Sepanjang, trus ke arah CITO, Ahmad Yani sampe Terminal Joyoboyo, balik ke arah Gunungsari. Walahhhh …..19 Km, hashhh ngerihhh, Rekor lari terpanjang dan terlama, 3 jam lari dan jalan. Wis ini bisa jadi kenang-kenangan di Surabaya. 

Dan berangkatlah saya ke Kudus dengan istri, ngekost jadi pilihan pertama. Alhamdulillah sudah ada yang nyari, teman lama saat di Garudafood. Kostnya bagus, bangunan baru belum setahun, harga tidak mahal, kamar besar, perabot lumayan lengkap, ada parkir mobil walaupun masuknya agak sulit sedikit. Kamar hanya 3, jadinya gak rame banget lah, ada dapur dan tempat jemur pakaian.

Sekitar kost banyak toko-toko kecil, jadi mudah kalau mau beli apa-apa. Setiap pagi toko-toko ini berjualan nasi bungkus kecil-kecil 2rebu dan 3 rebu, ini karena ada beberapa madrasah yang memiliki siswa yang cukup banyak dan mereka pada cari sarapan semua. Saya juga ikutan sarapan nasi bungkus itu, + beli tempe goreng dan pisang molen, sah! 5000 kenyang. 

Minggu, 15 Juli 2018

Jangkep Seminggu Full

 Udah seminggu di tempat kerja baru, Kudus jadi kota berikutnya. Kabupaten tetangganya pun sudah pernah kami tinggali hampir 3 tahun, Pati Bumi Minat Tani. Kultur, kuliner, budaya, masyarakatnya dan biaya hidup hampir sama, UMK yang agak berbeda. Karena beberapa Perusahaan besar bercokol di Kudus, rokok Djarum, Polytron, percetakan Pura.

Baru merasakan kerja di Distributor, fokusnya sales dan sales. Menjual produk anda, serahkan kepada ahlinya, seperti itu lah mungkin harusnya. Manufaktur tidak perlu pusing bagaimana harus jualan, cari distributor yang cocok dan deal !. Saat masih merintis jualan kemaren, saya juga belajar untuk jadi reseller, njualin barang orang lain. Yang punya barang ya merasa terbantu dengan banyaknya reseller.

Manufaktur bisa juga berhubungan dengan banyak Distributor, mungkin bisa berbeda wilayahnya, variannya atau channelnya. Perusahaan tempat ane kerja ini kita sebut saja WJMM, 90% berjualan produk Aqua. Sudah 20 tahun lalu merintis jualan Aqua, hingga sekarang memiliki 30 Depo di sebagian besar Jawa Tengah.

Minggu, 08 Juli 2018

Garputala ini aja


Saya mau cerita about my new book yang cukup bagus, judulnya ‘Diary Garputala’. Buku yang ditulis oleh Ust. Nasrullah ini diterbitkan oleh KMO Publishing, sebelum launching KMO mengirimkan tulisan-tulisan pendek nan ringan tentang buku ini ke all member dan reseller. Jadinya kita penasaran dan tahu kalau buku ini bakalan bagus.

Dan ternyata benar, Diary Garputala berisi metode berhubungan dengan Sang Pencipta lewat Al Quran dan berbagai cerita orang yang telah melakukan dan berhasil. Seperti nama bukunya, Ust. Nasrullah menganalogikan Al Quran adalah garputala yang selalu bergetar, jika di dekatkan dengan gaputala lain, akan ikut bergetar. Karena itu manusia harus sering-sering dekat, baca, pelajari, pahami Quran.

Kenapa? Agar getaran-getaran Quran merambat ke diri kita. Apa yang kita pikirkan based on Quran, kita rencanakan, kita lakukan, dan amalkan. Sulit memang, tapi semua butuh waktu, kita lakukan secara bertahap, usaha mendekat ke Allah ini pasti akan dimudahkan. Butuh kerja keras, konsistensi, kesabaran dan tawakkal serta ikhlas.

Barusan Pulang

Friendship