Minggu, 30 April 2017

Setelah melihatnya kami berubah pikiran, dari 3 menjadi 2 saja


Sambungan dari tulisan minggu lalu, Aku Punya Mobil

Dari awal istri saya sudah minta yang 3 baris karena bisa menampung banyak orang. Kita berdua punya saudara dan keponakan yang cukup banyak, jadi kalau beli mobil harus yang bisa dinaikin banyak orang. Yak tulisan ini nyambung dengan cerita sebelumnya tentang mobil pertama saya.

Kalau saya lebih minat yang mobil kecil, city car. Karena saya juga masih belum fasih berkendara, mobil kecil menurut saya cocok yang yang baru pertama dan masih proses pembelajaran. Apalagi yang naik juga  hanya kita berdua, ramenya hanya saat lebaran dan mungkin liburan tahun baru. 2 kali setahun mobil itu berguna bagi keluarga, lepas itu hanya kami berdua yang menggunakan. 

Minggu, 23 April 2017

Aku punya mobil

Weh weh akhirnya saya cerita juga mobil pertama saya, saya beli awal Maret saat ada tugas di Surabaya. Seperti yang kita tahu, di Indonesia mobil ada kelas seseorang. Alat transportasi yang banyak diinginkan karena kenyamanan transportasi massal tidak ada yang bisa menandingi.

Dari tahun 2012 saat masih di Pekanbaru, saya sudah menempelkan gambar Honda Freed di pintu kamar. Karena kelihatannya mobil itu desainnya keren, tapi akhirnya tahu kurang sreg saat ngerasain Freednya atasan di Pati, baris ketiga sempit. 

Tahun pertama di Pati, saya sudah mulai ikut kursus setir mobil. Minta belajar ke teman, susah gak ada kendaraan dan waktu. Setelah itu udah berani coba-coba mobil siapa aja, dan berani cari-cari mobil second.

Minggu, 16 April 2017

Surabaya jadi tempat berikutnya

Akhirnya mencari nafkah di Surabaya, gembira, senang, kecewa, sedih, suka, gregetan, gemez. Ini mungkin yang dinamakan perasaan yang campur-campur. Sebagai muslim rasa yang musti di pupuk adalah Sabar dan Syukur dalam kondisi apapun. lha ini saya harus bersabar atau bersyukur. Yuk kita simak...

Saat masih kerja di Garudafood (SGB) enggak kepikiran bakal pindah kerja di Surabaya. Pertama, kalau pindah pun mungkin ke Pabrik SGB di Surabaya (Sidoarjo). Kapasitas pabrik dan gudangnya begitu besarnya (dibanding Pati), dan saya merasa belum mempunyai keberanian untuk menantang kesana, jika dipaksa... mungkin akan dicoba.

Kedua, di Pati sudah begitu nyamannya, mulai dari kontrakannya, tetangga, lingkungan, aktivitas, pabriknya, teman2, pekerjaan, atasan, bawahan, suasana kota, biaya hidup, mau mudik murah dan mudah. Rasanya males pindah kerja, kalau pun nggak kerja di SGB, mungkin saya akan memulai jualan/ ngenterpreneur.

Minggu, 09 April 2017

Nginep di Hotel? Ini rencana dia

Sekarang posting saya sering berlanjut, bergitu juga yang ini. Check yang ini

Tidak lama dari itu, pulang dari Pekanbaru saya diminta datang ke HO YCH. Saya diberikan penginapan  di Hotel Santika Cikarang, wah kalo Santika nih jaminan bagus lah. Dari lobbynya udah wah, kamarnya juga standar ke atas, ada kolam renang dan yang paling joss adalah sarapannya... banyak dan bermacam-macam.
Awal Maret saat saya di beri kesempatan seminggu di YCH Surabaya. Saya menginap di 2 hotel, pertama di Whiz Premiere Darmo Satelit. Hotel ini masuk di wilayah apartemen dan penginapan elite, bentuknya unik. Terlihat dari ruang makan yang terletak di tengah dengan atap terbuka (kanopi) dan dikelilingi jendela-jendela kamar dan balkon lantai 2.


Kamarnya sederhana, cukup luas. Air bisa isi ulang sendiri, jadi gak perlu beli di luar. Sarapan diambilkan, jadi kita milih sample yang ada di meja, pelayan akan menyiapkan dan mengantar di meja. Senangnya adalah ada mesin kopi dan snack yang cukup...haseeq.


Barusan Pulang

Friendship