Jumat, 12 Februari 2016

Bukan hanya riya', Keikhlasan anda bisa drop gara-gara ini!

Ini cerita dari orang dekat saya, walaupun awalnya nggak enak menceritakannya. Semoga jadi ibroh bagi yang membaca dan tidak termasuk ghibah bagi saya. Ikhlas adalah kata yang sering kita dengar dan sudah menjadi kebiasaan sehari hari umat muslim. 

Aktivitas ini menjadikan manusia berbuat hanya demi Allah Swt, dan tidak berharap balasan dari manusia. Tapi kadang kita lupa, saat beramal atau beribadah dan senengnya membuncah karena dilihat orang, hal ini bisa dikategorikan amalan tersebut bukan untuk Allah Swt.

“Sembahlah Allah dan janganlah mempersekutukanNya dengan sesuatupun.” QS An-Nisaa 36.

Rabu, 10 Februari 2016

Rapat & Pawai Akbar setahun yang lalu

Lupa kalau acara ini tidak terabadikan di blog, padahal dulu sudah niat untuk menuliskan perjalanan ke Rapat dan Pawai Akbar HTI 2015. Setiap bulan Rajab Hizbut Tahrir Indonesia seringkali mengadakan acara besar dengan teman yang berganti-ganti tiap tahunnya. Di laksanakan di seluruh Indonesia dengan puncaknya di Ibukota Jakarta.

Karena saya pas tinggal di Pati, maka mengikuti acaranya di Semarang. Ratusan orang hadir di lapangan simpang lima Semarang, dari berbagai penjuru masyarakat Jawa Tengah. Karena di jadwalkan Sholat Subuh di Simpang Lima, maka dari Pati berangkat jam 02.00. Kayak mau mudik aja, ada 5 bis yang berangkat dari Pati.

Kamis, 04 Februari 2016

Sunnah yang masih nyusahin orang lain

Tulisan ini nyambung lagi dengan tulisan sebelumnya, ada sunnah yang ngeselin orang lain. Wait wait ati ati lho kalau ngomong, lha semua dari Nabi itu baik dan berpahala jika dilakukan. Iya saya tahu, saya jelasin dulu dong. Kan saya bilang ngeselin orang lain, aktivitas ini hanya bisa dilakukan dimasjid atau musholla.

Apa itu : sholat sunnah tahiyatul masjid. Kok bisa ngeselin orang lain, jadi gini... orang yang datang beberapa melakukan sunnah itu beberapa tidak. Yang ngeselin adalah, datang ke masjid terlambat/ lama setelah adzan berkumandang – trus tanpa melihat suasana jamaah langsung aja “Allahu Akbar!” sholat tahiyat, kalau Subuh, nambah lagi sholat Rawatib.

Senin, 01 Februari 2016

Butuh Pemasar Tangguh untuk Wisata di Daerah

Tugas mempromosikan pariwisata saat ini bukan hanya dari Pemerintah pusat. Dengan adanya otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah menetapkan objek mana yang akan dijadikan destinasi wisata serta mengatur bagaimana objek tersebut akan dikelola.

Kementrian Pariwisata pun saat ini sudah memberikan penghargaan kepada destinasi wisata, sekaligus memberikan kontribusi dimana wilayahnya berada. Karena memang sudah saatnya kotamadya atau kabupaten memiliki destinasi khusus yang menarik wisatawan. 

Barusan Pulang

Friendship