Tanggapan pertama dalam hati saat mendengar ibu-ibu yang sedang berbicara mengenai nggak perluanya anak perempuan yang bersekolah tinggi.
Hari itu adalah saat saya ada acara di Pati, dan saya sedang menunggu Driver Pabrik menjemput di Bandara Semarang. Setelah lama menunggu akhirnya datang juga, saat yang sama kepala Pabrik juga akan berangkat ke Jakarta. Jadi sekalian nganter dan jemput saya.
Si Driver meminta ijin saya (walaupun hanya basa basi, tapi menunjukkan kesopanan) untuk mengikutkan saudaranya yang dari Semarang untuk kembali ke Pati. Ternyata 2 dari 3 saudara/ temannya si Driver adalah karyawan Garudafood juga. Yo malah gpp. Dan mereka sempet nraktir makan malam, alhamdulillah.


