Tampilkan postingan dengan label riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riau. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

Menebang dan Membakar

Di bulan Februari - Maret Provinsi Riau mengalami bencana kabut asap dan merugikan ribuan orang, yang semakin menggeramkan adalah bencana asap ini bukan hukum alam. Kebakaran hutan adalah bencana yang disebabkan ulah tangan manusia, nggak usah di hutan – di tiap tiap rumah (Kota Pekanbaru) orang orangnya seneng kali membakar sampah, walaupun Cuma se uprit. Ini mah udah budaya turun temurun..... 

Karena 20 tahun yang lalu sekitar tahun 1995 industri kayu dan perkebunan mulai menggeliat di Riau, dengan alasan ekonomi, pembakaran dilakukan oleh anggota masyarakat atau perusahaan. Tujuan pembakaran adalah supaya mendapatkan lahan untuk budidaya tanaman kehutanan atau perkebunan. Perusahaan ini biasanya yang bergerak di jual kayu, kertas dan sawit, itu yang paling besar.

Menebang dan membakar lambat laun menjadi kebiasaan bagi masyarakat dan perusahaan untuk membuka lahan perkebunan baru, lama kelamaan budaya tebang dan bakar menjadi ritme keseharian bagi masyarakat, industri perkebunan dan kehutanan. Alasan pembakaran lahan yg seringkali di gunakan adalah, lahan gambut miskin unsur hara dan asam, sehingga tidak subur bagi tanaman, dengan membakar -  hama akan mati. Sedangkan alasan orang orang yang bakar sampah di depan rumahnya adalah supaya tidak di rusak/ bongkar oleh kucing dan anjing .... haadehhh *tutupmata.

Jumat, 12 Oktober 2012

Tarik Batik!!

Pengakuan Unesco atas Batik adalah momen yang sangat melegakan masyarakat Indonesia, tepatnya 2 Oktober 2010 Batik diakui sebagai warisan budaya bangsa yang berasal dari Indonesia. Kenapa melegakan karena warisan budaya Indonesia itu terancam diakui oleh negara lain….udah pada tahu kan. 

Setelah itu masyarakat Indonesia menyambut gembira dan bangga serta sering memakai Batik. Walaupun beberapa masyarakat masih memakai tekstil bercorak batik, bukan batik nya itu sendiri. Karena batik adalah kain yang ditulis atau memakai cap. Untuk sementara ini nggak apa apa lah ya, euforia ini harus tetep dijaga, daripada ditinggalkan orang…iya ndak.

Batik yang dulu hanya dipakai untuk acara/kegiatan resmi, sekarang banyak orang memakainya dibanyak kesempatan. Model nya pun sudah beragam, motifnya apalagi. Warnanya huihh buanyak dan bukan hanya pakaiannya, banyak aksesoris yang tidak lepas dengan Batikisasi. Serba batik ada dimana-mana, orang pada suka dan gak canggung untuk menggunakannya.

Barusan Pulang

Friendship