Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Semarang the Destination

Ketemu lagi di Blog Sing Biasane edisi LBI, tiap jumat saya nulis post sesuai dengan tema dari Liga Blogger Indonesia. So to ayam…halah, so - theme of this week is “if i go to Semarang” I will titik titik titik….jawabannya pasti gitu kan. oke, yuk kita jawab.  

Di tahun 2004-2006 saya pernah bekerja di Ungaran Jawa Tengah. Jika mau ke Semarang, butuh waktu 45 menit untuk mencapainya. Seperti yang pernah saya tulis di Jateng Riwayatku Dulu.

Lebih dari 1,5 tahun di Ungaran, pergi ke Semarang hanya beberapa kali. Alasan pertama gak ada kendaraan sendiri, kedua capek banget. Kerja 6 hari 12 jam, minggu adalah hari bersih-bersih kamar kost, cuci baju dan leyeh leyeh atau ke tempat Mbak kandung di Jogja. Kalau ada keperluan aja baru ke Semarang, misalnya ketemu kecengan atau diajak teman jalan jalan. Tapi kalo sekarang ada kesempatan ke sana yo jelas gak disia siakan, apalagi nanti kalo tiket Pekanbaru – Semarang dapat gratis. Aamiin.

Ngobrol ngobrol, di Semarang ada apa sih… kalo di Jawa klihatannya semua ada, wisata alam, buatan, mall sampai kuliner, dari yang alami hingga yang modern. Semarang juga gak sedikit kuliner yang ngangeni, pertama dan paling utama ‘Lumpia’.

Kamis, 25 Oktober 2012

Martabak Mesir

Yuk merapat… mau saya ajak makan-makan – mau kan? Pasti mau lah kalian. Ini karena dipaksa #ligabloggerindonesia aja, nulis tentang kuliner di sekitar yang harganya 10 rebu. Ngajak banyak orang pun gak bikin kantong jebollll, monggo berangkat.

Karena saya berdomisili di Riau, karena saya di Pekanbaru (Kampar), karena saya di kecamatan Siak Hulu, karena saya tinggal di Jl. Pasir Putih. So cari kuliner yang gak jauh jauh dari sini deh, pilihan akhirnya jatuh ke salah satu Rumah Makan Padang ternama di Pekanbaru. PUTI BUANA…. udah pada tahu? Yang di Pekanbaru pasti lah cabangnya kalau gak salah ada 4 biji : Jl.Pepaya, Simpang Tiga Bandara, Marpoyan dekat UIR dan Jl. Pasir Putih - Pandau.

Sesuai budget yang saya sebutkan di atas, saya pilih menu martabak mesir aja lah. Karena menu yang lain hampir sama dengan rumah makan padang yang lain di seluruh Indonesia. Hampir sama dalam hal menu lho ya, kalau rasa ya jelas beda-beda. Kalo martabak mesir sebenarnya juga banyak bertebaran di Pekanbaru, Riau mungkin juga (belum pernah tahu sih).

Kenapa dinamakan martabak mesir, nah ini yang belum saya tahu. Sempet googling tapi gak menemukan jawaban pasti, tanya ke komunitas blogger bertuah – pada gak yakin semua. Yang pasti martabak ini gak jauh beda dengan martabak telor dari Jakarta atau martabak (tok) di Surabaya. But ada tambahan kuah cuka, dengan rasa agak manis gurih. Jadi cara makannya, martabak dicelup/ disiram kuah baru di nikmati.

Nah  bagi teman-teman yang berkesempatan mengunjungi Pekanbaru atau Riau coba ya makan Martabak Mesir , di RM Puti Buana tambah oke tuh.

Barusan Pulang

Friendship