Tampilkan postingan dengan label Pensiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pensiun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2019

Jadi inget teman-teman yang di Rumahkan

Tiba-tiba jadi inget mereka, teman-teman yang dirumahkan, 4 orang Karu yang hanya menerima 50% gaji dan tidak bekerja untuk sementara. Akhir bulan ini adalah gajian ketiga mereka mendapat separuh. Pertengahan bulan kemaren, satu orang saya masukkan karena memang butuh, menggantikan yang cuti melahirkan dan satu lagi 3 bulan ijin ½ hari karena training Bidan.

3 dari mereka ada tenang dengan berjualan, ada yang berani berhutang namun untuk keinginan, satu lagi berharap sekali bisa bekerja dan mendapat full salary. Ketiganya pun sudah berkeluarga, selama ini kehidupannya menyesuaikan dengan salary, namun harus berubah degang separuhnya.. berat.

Senin, 24 Oktober 2016

PHK itu datang juga

Setiap perusuhaan pasti mau untung, kalau enggak mau untung, namanya Yayasan atau LSM he he. Berbagai cara dilakukan Perusahaan untuk tetap berkembang atau suvive. Cara awam yang selalu digunakan adalah meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya. Seringkali mereka tidak seiring sejalan,seperti naik sama-sama, turun pun sama sama.

Begitupun perusahaan kami, profit didapat dengan cara : setiap tahun mengeluarkan produk baru, menjalankan program efisiensi di produksi, menjaga kualitas proses, membuat manajemen penyelesaian masalah, melombakan improvement/ inovasi, penetrasi iklan di media, mengadakan acara marketing offline, memperlancar jalur distribusi, meningkatkan availability produk, dan macam lainnya.

Senin, 17 Oktober 2016

Cerita unik saat rencana pensiun saya utarakan ke Keluarga

Nulis panjang enaknya di putus jadi dua gini, supaya gak capek bacanya. Tulisan ini lanjutan dari post sebelumnya, cek disini Harus Kusampaikan : Nekad!

Banyak pertimbangan dan pehitungan yang menyebabkan kebimbangan kita-kita saat memutuskan untuk pensiun dini. Memang program pensiun dini akan mendapatkan pesangon yang maksimal, namun setelah itu tidak tahu mau kerja apa. Melamar pekerjaan lain atau berdagang yang menjadi tren saat ini. 

Saya pun sebelum mengajukan diri untuk pensiun dini, butuh waktu bertahun-tahun untuk menyakinkan istri saya. Sejak saat di Pekanbaru, saya sudah mengutarakan keinginan ini ke istri dan mengajukannya ke atasan. Namun saat itu tidak diperbolehkan oleh manajemen. Kalau sekarang istri saya sudah siap walaupun masih terasa berat, namun yang cukup meringankan adalah lagi-lagi .... konpensasinya maksimal. Tanpa bekerja, dengan gaya hidup yang sama kami bisa bertahan hingga 2 tahun, jika berhemat kami bisa bertahan hingga 3-4 tahun.

Barusan Pulang

Friendship