BBM oh BBM………ikut ikutan nih jadinya, ikutan bahas BBM naik.
Banyak sudah yang berpendapat, baik pro maupun kontra. Diskusi dilakukan
dimana-mana, berita di TV , Koran hingga media online, rakyat pun enggak bosan menunggu dan menyaksikan diskusi
ini. Hingga akhirnya 21 Juni, malam…. Pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM khusunya untuk Premium dan Solar.
Pemerintah beralasan bahwa ini adalah keputusan sulit yang
mesti harus diambil. Hal ini didasarkan oleh:
- Harga BBM subsidi (4.500) yang jauh dengan Industri (9.300) dan BBM Indonesia lebih murah dengan di Negara tetangga,
- Karena murah, hal ini menghambat munculnya energy alternative.
- Indonesia sekarang menjadi importer minyak, sehingga membeli dengan harga pasar.
- Subsidi BBM di nikmati oleh 70% masyarakat mampu
- Seperlima APBN tersedot untuk subsidi.(2)
Wuih ih ih ih, banyak ya. Dengan membaca alasan di atas,
beberapa dari kita pasti ada yang setuju nih. Tapi apakah dengan kebijakan
menaikkan harga BBM bias menyelesaikan itu semua….ya belum yakin juga.
Sekarang coba kita mundur sejenak, ke semangat pendiri
Negara dan mejadi dasar hukum hingga sekarang:
Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam
dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Rakyat
nih ya jangan dibeda bedakan, kayak miskin, tua muda, pinter bodoh, semuanya
berhak lho.
Nah lho…padahal yang terjadi sekarang, pengelolaan di
jalankan oleh Koperasi, BUMN/D dan Swasta. Bahkan kepemilikan terhadapa sumber
energy pun banyak dimiliki oleh swasta/ pribadi, sehingga hasil bumi itu pun di
jual dengan egoisitas pemilik.
Parahnya lagi UU pun melegalkan penentuan harga bbm
diserahkan pada mekanisme pasar. Sama
aja kamu beli beras dari petani di desamu yang melimpah, tapi memakai harga
desa sebelah yang mahal – yang lebih gila adalah : pemilik sawah di desamu
adalah warga desa sebelah???? Kamu jadi menderita kan….so dimana peran kepala
desa, lurah dan camat disana?
continue..............
Referensi:
- http://ratnatalie.wordpress.com/2011/03/09/distorsi-kebijakan-energi-di-indonesia/
- http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/04/09251590/Inilah.Alasan.Kenapa.Harga.BBM.Harus.Naik.
0 comments:
Posting Komentar